Skip to main content

Featured

Pake Aplikasi My Blue Bird, Diskon 10% Belanja Oleh-oleh Khas Lombok di Sasaku

Halo, buat kalian para penumpang setia dan pengguna transpotasi Lombok Taksi (Taksi Blue Bird) mulai saat ini ada kabar gembira. Mulai per tanggal 7 September 2017, Pusat Oleh-Oleh "Sasaku" yang berlokasi di Jalan Raya Senggigi - NTB, memberikan "discount" atau potongan harga sebesar 10 persen dari total transaksi belanja bagi pengguna Lombok Taksi (Blue Bird Group).
Tentunya terkadang kita ingin membawa sesuatu yang khas dari daerah atau tempat wisata yang kita kunjungi. Baik itu barang koleksi ataupun kudapan lokal. Kalau Bali punya Joger, Krishna ataupun yang lainnya. Jogja punya Dagadu maupun brand-brand lain. 
Lombok juga tidak kalah menarik, karena memiliki pusat oleh-oleh terbesar bernama Sasaku, yang dimana membuka gerai baru di jalan Senggigi. Selain itu kebetulan baru di buka Sasaku Resto tepatnya berada di lantai 2, outlet Sasaku Senggigi.


Kerja sama Lombok Taksi dengan Sasaku, Toko Oleh-oleh Khas Lombok




Sebagai bentuk layanan pihak Blue Bird terhadap ta…

Kuliah ? Jadi apa kita kelak ?


Random thoughts :
Galau kuliah dimana.. fakultas apa .. jurusan apa.. apa aja curriculumnya dipake.. apa saja prospek kerja tahun depan pada suatu prodi jurusan di Universitas tertentu dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan galau yang di khawatkan bagi kami anak SMA pada umumnya, khususnya kami yang telah menapaki dunia kelas 12.
Itulah semua yang kita "takutkan" (high level priority) untuk menapaki masa depan. Ada satu pertanyaan yang paling susah saya jawab (lebih susah daripada soal matematika, ekonomi dll) yaitu:
"JADI APA KAMU KELAK???"


(source : kerygmateenz.com)


Bagi saya, itu pertanyaan yang paling susah, bingung dan saya yakin hanya 50% dari 100% kepastiannya benar-benar terjadi.  Yah.. walaupun saya posting tentang kegalauan kuliah, tapi sebenarnya saya juga agak merasa Yahh.. Agak bingung juga sih.

Apanya yang dibingungin sih? Loh gitu aja kok dibikin repot?
Toh sama saja pilihan apapun yang kamu pilih..

Mudah saja sih pilih jurusan sesuai passion dan kemampuan kita. Tapi gak segampang itu juga menurut saya, karena pastinya harus dipertimbangkan baik-baik. Setiap orang pastinya mempunyai masalah sendiri-sendiri.

Menurut pengalaman saya, sebagian besar ada kalanya seseorang galau karena teman sepermainannya (nyari jurusan dengan ikut-ikutan teman), karena masalah biaya ( as I am ), masih belum menemukan jati diri ( What your passion? ) dan ada juga karena gengsi (ini nih penyakit turun-menurun orang Indonesia),

Yah penyakit orang gengsi itu ya nyari jurusan pun hanya diliat bagus/enggaknya saja tanpa melihat kemampuan kita. Contohnya ada salah satu kakak kelas saya yang baru saja lulus 1 tahun yang lalu. Anggap saja namanya (inisial) = IA.

Ia tidak mau sekolah di Universitas dalam provinsi, dan mencari universitas negeri diluar provinsi sebut saja dengan inisial AI dan setelah pengumuman ternyata namanya dinyatakan tidak lolos. Satu kesempatan yang Ia mimpikan pun hilang begitu saja. SNMPTN padahal loh.. Ia pun mengikuti SNMPTN tulis (dahulu namanya begitu) tapi tetap saja tidak lolos. Sempat ia merasa frustasi karena belum mendapatkan sekolah. Bisa saja si AI mentalnya jadi down karena melihat teman-teman seangkatanya sudah mendapatkan sekolah. Akhirnya, Ia pun tak kehilangan akal. AI melihat kesempatan dan mendapatkan info dari temannya kalau ada PTS yang mengadakan seleksi masuk. Tanpa ragupun Ia lalu mendaftar lewat mandiri di universitas swasta tersebut dan akhirnya lolos.

Kesimpulannya? Sederhana saja sih. Sebenarnya apakah kalian tahu ada yang "miss understanding" dengan pandangan yang telah dipegang teguh dari masa dulu. Apakah itu? Ya ideologi, cara pandang kita menilai sesuatu dari namanya saja. Padahal jurusan yang AI cari itu sebetulnya sudah pasti ada di setiap Universitas Negeri. Kalau saja ia awalnya memilih di Universitas Negeri didaerahnya sendiri dan tentunya melihat dan mengukur potensi kita sendiri dululah, pasti hal-hal tersebut tidak akan terjadi.

Well, inilah yang membuat wajah Indonesia agak jauh, melihat terlalu jauh sedangkan objek yang ada sidepannya sendiri tak mau sekalipun ditolehkannya. dan itu semua bukan sombong, bukan tidak peduli, tetapi hanya Gengsi...

Tentu saja tidak ada orang yang menghendakkan kegagalan itu terjadi pada kita (kalo terjadi pada orang lain mungkin saja pernah terbesit hha..), dan itulah yang salah sebagian orang salah perkiraan. Ya.. setiap orang pasti mempunyai hak menjadi sukses. Tapi pilihanlah yang mengeliminasi mereka. Tinggal memilih memperjuangkan usaha yang kita lakukan  (walau sudah berulang-ulang kali gagal) bersabar dan terus maju tetapi mempelajari kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat atau menghentikan usaha yang kita lakukan (gagal baru hanya sekali) dan mundur dari pekerjaan itu dan mencari pilihan lain yang lebih gampang &; cepat mendapatkan sesuatu yang kita inginkan (padahal pilihan yang tadi saja tidak bisa diatasi tapi langsung mencari pilihan yang lain). Yah itulah seseorang yang hanya ingin mendapatkan sesuatu dengan cara instant tapi tanpa pengorbanan. Hasilnya pasti gagal, gagal, dan gagal terus.

Oh ya ada something yang kudu kamu inget sebelumnya. Cara menggambar itu sama saja dengan cara untuk merancang kehidupan kita. Belum mengerti??? Kalian bisa renungkan dan telaah baik-baik every single words of this pict.. :)



Regards
- W -

Comments