Skip to main content

Featured

Yuk, Dukung Germas Hidup Sehat ! Sehat itu Murah, Sakit itu Mahal

Waduh, menurutku tidak ada kata terlambat untuk hidup lebih sehat dan teratur. Kalau kemarin-kemarin kita menjalani hidup tidak sehat, maka sekarang saatnya kita mulai mengubah gaya dan pola hidup lebih sehat.
Ya,   "Gaya dan Pola Hidup Sehat"
Kalimat ini sangat sederhana untuk didengar, tapi kebiasaan inilah yang sering masyarakat Indonesia termasuk aku sendiri masih sulit untuk dilakukan. Buktinya ya masih saja kita sering mengkonsumsi junk food atau gorengan dan sebagainya. Hehehe...
Memang, kenapa sih kita harus ubah pola gaya hidup kita lebih sehat ??

Hmm... kalau kita sehat ya kita bisa terbebas dari berbagai macam penyakit. Aku yakin pasti kalian gak suka kan kalo setiap hari mesti minum obat pahit plus dikasi suntikan ke kulit gitu kalo lagi sakit. Iiiiiyy serem banget kedengerannya....










Sering dengar kalimat " Mencegah lebih baik daripada Mengobati " gak?

Tentu saja kalo sakit pasti harus di obati. Jaman sekarang biaya obat dan biaya rumah sakit lumayan mah…

MOS Smansa 2010

" WELCOME TO SMANSA "

Today, I will give some photos when MOS (Masa Orientasi Siswa) in Senior High School. Sekedar pengen sharing foto-foto waktu MOS kita sambilan kalian bernostalgia lagi..
Yah juga sambil hiburan lah yang lagi di anggurin nih 1 bulan menjelang pengumuman kelulusan..:)

Here we are...


Orange! Yes, tentu saja Smansa identik dengan warna orange yang melambangkan semangat kita
Yeah, kami diterima menjadi keluarga baru SMANSA, yang dimana pada saat itu ada Pak Kutjip, Pak Ketua Komite dan Pak Sutardi yang memberikan selamat kepada kami :)

Yeah my friends. eh we must call it "saudara" because sudah jadi tradisinya smansa nih. Masuknya dianggap saudara, dan keluarnya agar dianggap sebagai keluarga. Keren bukan!
Look! ini kita lagi yel-yel smansa. hahah lucu banget kita ya
Yel-yel bukan candaan, selain melatih our creativity juga melatih kami agar bergerak, mengingat memory, percaya diri maju kedepan dan buat kita bersosialisasi satu sama lain agar kami semakin dekat satu kelas.


Semuanya tegang. hahah walaupun kakak2 senior udah bilangnya jangan tegang, kita tetap tegang ih hihihi Kami juga dibagi menjadi beberapa kelas. Yes, dari kelas X-1 sampai X-8, kelas SKS dan Aksel.
Pak Sutardi always there mendampingi  kita dari hari pertama MOS sampai terakhir kita Lulus malah. Guru sepanjang masa gaes. Thankyou pak Sutardi :)
Betapa semangatnya kami. Kami pintar-pintar, semangat dan kreatif semua :D
 Did you remember this photos, guys ??? Nostalgia waktu MOS huh.. 

But don't forget about this :
*Eng ing eng*
Akkk mereka itu kakak favorit kami walaupun disini keliatan serem tapi sebenarnya mereka itu baik, ramah dan kocak bgt. Mereka yang membuat masa-masa MOS kami semakin bewarna dan berkesan ya :p  Thankyou kakak2 keamanan :) Yang buat MOS ini berkesan (bangettttt ) ya para keamanannya.  Betul tidakkk ??? 
Ini waktu pemeriksaan kebersihan. Ya tentu saja dong, kalau mau jadi keluarga Smansa kita harus rapi dan bersih.
Rambut, kuku, harus dipotong dan pakaian kita harus sopan dan rapi.
Buktinya, elu pasti bisa ngebedain mana anak smansa atau anak sma lain ya kan?

Kita belajar arti kasih sayang sesama teman :) agar kami lebih dekat satu sama lain dikelas, pokoknya biar solid deh kelasnya. Kalian bisa liat ntar pas lulus pasti selalu paling diinget itu temen sekelasnya dan nama julukan kelasnya :)

Uwaaa apaan nih ???
Gambar diatas adalah salah satu hasil karya temen kami @kirunijah. Ini komik smansa terkeren diangkatan kami hihihi mewakili smua kelas dismansa juga kok. See? Kita ini adalah permata gaes. Dari awal kami memang banyak punya keahlian, dan Smansa lah tempat buat mengasah keahlian, minat bahkan kesukaan terpendam kalian. Dari yang gak tau apa-apa, dari yang gak gaul, dari anak yang males dan nakal, gak suka bersosialisasi, gak berani ngomomg, gak berani jatuh cinta, yang cuek dan sebagainya. Tapi di Smansa ini kita bisa merasakan semuanya berubah, banyak teman, sahabat, cintaaa bahkan masa depan (who know gaes elu bakalan ketemu di masa depan hihihi), guru-guru yang baik banget, dari ada yang perhatian sekali, sayang kita atau bahkan sampai ada guru yang horor *mer56*.  Belakangan saya akui dibalik ke horor annya pak *mer56* dia sayang dan perhatian kepada kita karena ia tak mau melihat kita gagal kedepannya maka dari itu dia memberi kita banyak latihan. Yah matematika itu mirip kehidupan gaes, problematika itu mirip rumus soal-soal yang susah, nah kita mesti sabar men solving masalah tersebut agar bisa teratasi. Gak boleh cepat menyerah, kita harus mencoba mencoba dan mencoba melalui semua masalah yang kita hadapi dengan senyuman *inget senyumannya pak mer* hahah #oke gaes saya salah satu anak yang kagum sama pak mer hihihi sampe sekarang pun saya selalu menyapa guru-guru termasuk pak mer apabila ke smansa :)

***

Oke kembali lagi yang tak kalah seru lagi saat...
Saya punya videonya.. kalian mau ??? pokoknya seru banget...! bisa di klik dibawah
Video MOS Penjulukan Smansa
walaupun di awalnya tentang video kami X-4, tapi di akhir video plus ada video penjulukan, yups di akhir video penjulukan Smansa Emon itu ada..  Hayooo tonton teman-teman*


And the last *closing surpriseeed when....  

Penutupan acara alias ending yang mengharukan :")
Kak Doni membacakan esay yang dibuat oleh salah satu saudara kami. Isinya? Racauan keluhan kami semua

dan klimaksnya itu saat para kakak-kakak panitia marah, nangis, mereka kecewa banget kelihatannya setelah denger esay yang dibaca kak Doni tadi, udah capek-capek buat acara mos buat kami tapi gak dihargai oleh kita *seperti itulah yang tertulis di esay itu kira-kita* Ya kalau melihat disisi si panitia mereka merasa capek juga lah, ngikutin dan nyiapkan acara mos dari jauh jauh hari, dan pengorbanan smua para panitia pun gak sedikit lo *baru tahu rasa pengorbanannya setelah saya  jadi panitia mos setahun kemudian* Tentu saja mereka yang jadi panitia Mos itu diseleksi, harus melewati beberapa pelatihan seperti mengikuti kegiatan KKS (Kursus Kepemimpinan Siswa) yang kira-kira rasanya seperti MOS tapi lebih ekstrime. Pokoknya yang dipilih menjadi panitia MOS itu tidak main-main, 

But, this is the end of MOS. You know what the end story of this.. Ga perlu saya ceritain, kan kalian sudah tahu sendiri. Kalau yang belum tahu (oh ya ada nih Smansa Emon yang gak ikutan MOS ternyata looo, hahaha :p), tanya sama kita kita kayak gimana ending nya guys :D..
So .... akhir kata saya ucapkan: "Comment yaaa kalo kalian kangennnn  "

#NB:
Ada yang tahu tidak arti/makna dari SMANSA EMON, secara angkatan yang paling beda loh. Coba aja liat setahun diatas kita KANCIL SMANSA, setahun dibawah kita SMANSA ITIK. Lah kita EMON ???  asal usulnya dari mana sih? ada yang bisa membantu ??? :)

***

By the way, Oh ya menampik masalah beberapa minggu yang lalu mengenai MOS SMAN 1 Mataram tahun ini 2015 yang bermasalah. Oke disini saya bukan untuk memanaskan suasana, tapi saya ingin membela juga dong karena almamater saya Smansa. Oke, setelah membaca pemberitaan soal Mos di Smansa #SmansaMasukBerita, ada bagian yang membuat saya tertawa heran bahkan miris melihat bacaan tersebut dikoran.
Saya mengutip wacana dari Rani Farinda, dengan beberapa pengubahan :)

  1. Dalam pemberitaaan sekolah kami di koran tersebut, ada bagian yang kurang lebih menyebutkan bahwa ada pihak yang menganggap tugas-tugas yang diberikan hingga anak tidak tidur itu "tidak mendidik". hahah saya gak tau apa kalimat yang tepat buat nanggapin bagian ini. Tapi tugas yang diberikan itu pasti saya yakin sudah diperhitungkan panitianya supaya bisa dikerjakan dengan baik oleh kita, jika siswa barunya bisa bekerja sama satu kelas dan bisa memanfaatkan waktu yang ada (bukan malahan update status ngeluh sana sini). Karena ini sebagai pelatihan, kalau sudah mulai belajar apalagi kalau sudah kelas XII, siswa pun pasti ngerasain beberapa ulangan harian dan tugas-tugas dalam satu hari yang sama. Apalagi ditambah lagi kalau sudah mulai try out dan pelajaran tambahan bahkan ada yang mengikuti les bimbel, nah kita harus bisa membagi waktu! Apa iya mau protes juga? kalau protes jangan masuk smansa gih, masuk sekolah sebelahnya dah sana kan bisa slow gak perlu sibuk sana sini. Apalagi kalau udah kalian kuliah pasti lebih berat lagi. Ada salah satu dosen saya berkata kepada saya "Miss Dessy dosen bahasa inggris" kok rata-rata anak alumni Smansa dia rajin-rajin ya? kalau dikelas lagi kuliah pasti mereka paling aktif dan nilainya selalu lebih tinggi dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya. See? Terbukti kan
  2. Ada juga pihak yang menyebutkan bahwa mereka tak ingin kegiatan MOS dijadikan ajang "balas dendam" kakak senior kepada adik kelasnya. Saya kasih tahu ya, panitia MOS diSmansa itu bukan panitia yang "dicomot" sembarangan, mereka sudah dilatih jauh-jauh hari untuk hal ini. Jadi gak mungkin kita melakukan kekerasan, kalaupun bentak dengan suara keras tapi dalam hal wajar agar adik kelasnya gak ribut. 
  3. Satu lagi yang ingin saya sampaikan, berdasarkan pengalaman saya yang menjadi peserta MOS tahun 2010, tidak ada unsur kekerasan dalam kegiatan MOS Smansa. Sepertinya, media tidak bisa membedakan "disiplin" dan "kekerasan". Yah, namanya juga media, bagaikan pisau bermata dua, jadi apa boleh dikata.

Mungkin itu saja buat keluarga besar Smansa, selalu ingat deh "semakin tinggi pohon, semakin kencang badai yang menerpanya."

Smansa Jaya Bersinarlah Selalu


Regards
- W -

Comments