Skip to main content

Featured

Pake Aplikasi My Blue Bird, Diskon 10% Belanja Oleh-oleh Khas Lombok di Sasaku

Halo, buat kalian para penumpang setia dan pengguna transpotasi Lombok Taksi (Taksi Blue Bird) mulai saat ini ada kabar gembira. Mulai per tanggal 7 September 2017, Pusat Oleh-Oleh "Sasaku" yang berlokasi di Jalan Raya Senggigi - NTB, memberikan "discount" atau potongan harga sebesar 10 persen dari total transaksi belanja bagi pengguna Lombok Taksi (Blue Bird Group).
Tentunya terkadang kita ingin membawa sesuatu yang khas dari daerah atau tempat wisata yang kita kunjungi. Baik itu barang koleksi ataupun kudapan lokal. Kalau Bali punya Joger, Krishna ataupun yang lainnya. Jogja punya Dagadu maupun brand-brand lain. 
Lombok juga tidak kalah menarik, karena memiliki pusat oleh-oleh terbesar bernama Sasaku, yang dimana membuka gerai baru di jalan Senggigi. Selain itu kebetulan baru di buka Sasaku Resto tepatnya berada di lantai 2, outlet Sasaku Senggigi.


Kerja sama Lombok Taksi dengan Sasaku, Toko Oleh-oleh Khas Lombok




Sebagai bentuk layanan pihak Blue Bird terhadap ta…

#ExploreLombok : Desa Sade, Desa Tradisional Asli Sasak Lombok


Selamat Malam, Selamat Malam Senin guys. Bsok udah ternyata udah harus beraktifitas lagi ya. Huft... But you must to take that work. Semanagt kawan-kawan :)

Oh ya untuk menemani tidurmu hari ini, saya ingin bercerita sedikit tentang perjalanan sekeluarga saya pada hari ini. Tepatnya tadi sore sekitar jam 4an setelah dari pantai Kuta, saya bersama keluarga bekunjung ke Desa Sade, Desa Tradisional Adat Sasak Lombok. Di desa ini sungguh sangat tradisional. Hmm setahu saya desa ini menjadi tempat destinasi wajib di Lombok Tengah, dan desa itu yang baru sempat saya singgahi. Hohoho #AnakLombokGagal 

Berfoto di gerbang masuk Desa Sade, tapi sebelum itu kita mesti menyebrang jalan dari tempat parkir ke pintu masuk desa

Desa Sade ini letaknya di Lombok Tengah, lebih tepatnya di Rembitan - Kecamatam Pujut. Bisa dikatakan desa ini yang paling populer deh di NTB.  

Memang apa uniknya Desa Sade dengan Desa-desa lainnya ?

Jadi gini, keunikan yang dimiliki oleh Desa Sade ini adalah Penduduk desa ini masih tetap mempertahankan kekhasan budayanya dari zaman dahulu sampai sekarang. Memang sih pemerintah sudah mengalokasikan dan membudayakan tempat ini menjadi salah satu tempat wisata Lombok. Jadi tiket masuk kesana itu GRATIS untuk orang lokal, tapi kamu juga bisa mendonasikan uangmu secara sukarela jika ingin melihat pentas singkat kesenian (biasanya travel agent yang mengurusnya so tenang aja kalian). Kalau kalian ingin melihat langsung bagaimana kondisi dan kehidupan suku asli Lombok (Suku Sasak) maka tempat inilah yang cocok buat kamu kunjungi selanjutnya. #Recommended

Jika kalian berkunjung ke Desa Sade ini maka banyak hal yang bisa kalian lihat mirip seperti jaman "laeq" alias jaman dulu. Misalnya kalian bisa melihat bangunan rumah didesa itu masih beratap ilalang/ijuk bukan genteng atau seng, dindingnya terbuat dari anyaman bambu bukan batubata, dan lantainya masih beralaskan tanah liat, bukan dikeramik seperti rumah-rumah jaman sekarang. 

Salah satu bangunan rumah di desa Sade. Masih sangat tradisional bukan.

Hasil kerajinan handmade baik tenunan, songket dsb dipajang disetia rumah. Paling hits itu kain tenunan motif rang-rang yang warna-warni.
Bukan itu saja, ketika kalian memasuki kawasan desa Sade itu kalian akan menemui banyak hal unik lagi misalnya ketika kalian baru datang kesana disambut oleh pertunjukan kesenian adat sasak seperti ada yang menari, ada pertunjukan singkat gendang beleq dan bahkan ada sesi perang sasak memukul dengan rotan (nama pertunjukan perangnya itu "peresean"). Lalu ada juga hampir semua didalam setiap rumah "gubuk" tersebut menjual kerajinan seperi kain tenun (kain yang dibuat handmade lo dengan cara tradisional dan ribetnya minta ampun), ada banyak menjual pernak-pernik seperti gelang, gantungan kecil, dan hiasan-hiasan lainnya asli handmade lo dan bahkan ada yang menjajakan batu akik baik yg sudah diasah atau masih mentahnya. Daebak!

Selendang tenunan handmade penduduk Sade

Berbagai macam bentik bracelets alias gelang handmade. Murah kok, ada yang 3 itu 10 ribu tergantung kerumitan  cara membuatnya berbeda-beda.

Lalu selain banyak melihat rumah yang menjajakan hasil kerajinan tenun dan sebagainya, pasti saat berkeliling kalian diperbolehkan untuk melihat-lihat kedalam apa aja sih isi rumahnya. Pertama kali saya memasukinya, kesan pertama saya yaitu gelap dan masih etnik sekali lo, karena mereka masih menggunakan peralatan-peralatan jadul. dan juga Uniknya setelah saya melihat-lihat beberapa isi rumah itu dikatakan oleh ibu-ibu disana bahwa warga desa disana mempunyai kebiasaan yang sangat khas dan menurut saya jorok hihihi yaitu mengepel lantai rumah mereka dengan menggunakan kotoran kerbau (tai kebo).  Yah beneran? Namanya juga tradisi. Sumpah deh coba aja kesini kalo gak percaya. Nggak bau? Katanya ibu tersebut tidak berbau lo dan saat saya jumpa kesana sama sekali tidak ada tercium bau tai sama sekali. Belakangan saya ketahui itu dikarenakan kotoran kerbau yang digunakan itu harus fresh dari hewannya. Yaelah walaupun kagak bau, tapi ngeri dan ilfeel banget pegang tai kebo. Yup. tapi ternyata bagi mereka itu hal tersebut dipercaya bisa mengendapkan debu jadi ndak kotor lantainya, dan juga bisa mengusir nyamuk. Awesome! 

Dan tak lupa saat disana pasti kalian banyak bertemu dengan penduduk asli sana yang dengan ramah menjelaskan/bercerita tentang hal-hal yang ada di Desa Sade. Wow! saya pun juga bertemu dengan seorang ibu-ibu yang sedang menenun dan juga seorang nenek memintal gulungan benang. Jadi smua tahap dalam pembuatan kain tenun disana dikerjakan secara manual hep alias membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang alami pula. Walaupun sudah tua, tapi ibu dan nenek tersebut sangat gesit dan mau mengajarkan kita sedikit cara menenun dan memintal benang. Dan perlu kalian tahu bahwa semua perempuan yang tinggal disana wajib bisa menenun, kalau tidak bisa maka perempuan tersebut tidak boleh menikah. Dan juga mereka menikahnya itu pasangannya harus dari penduduk didesa itu juga, tidak boleh lelaki diluar desa Sade. Mereka sangat memegang teguh adat tradisi mereka.

Ribet dan butuh kesabaran ekstra untuk membuat sebuah kain tenunan dengan berbagai macam warna. Tingkat kesulitan tergantung dari motif dan warna yang dipakai dalam kain tenun tersebut.
Nenek-nenek yang sudah tua tapi tetap gesit memintal gulungan benang sebagai bahan kain tenun
Okelah kawan-kawan, karena sekarang jam sudah menunjukan jam 11.21 dan besok saya harus kekampus untuk mengurusi KRS saya maka saya cukupkan sampai disini ya. :)

Ohya jangan lupa subcribe blog saya dengan cara menfollow akun google+  saya dan langganan postingan blog terbaru saya. Thankyou dan Selamat Malam. :)


Salah satu hasil kerajinan selendang tenun yang bisa kamu beli sebagai barang oleh-oleh ^.^  Desa Sade Lombok

Comments