Skip to main content

Featured

Yuk, Dukung Germas Hidup Sehat ! Sehat itu Murah, Sakit itu Mahal

Waduh, menurutku tidak ada kata terlambat untuk hidup lebih sehat dan teratur. Kalau kemarin-kemarin kita menjalani hidup tidak sehat, maka sekarang saatnya kita mulai mengubah gaya dan pola hidup lebih sehat.
Ya,   "Gaya dan Pola Hidup Sehat"
Kalimat ini sangat sederhana untuk didengar, tapi kebiasaan inilah yang sering masyarakat Indonesia termasuk aku sendiri masih sulit untuk dilakukan. Buktinya ya masih saja kita sering mengkonsumsi junk food atau gorengan dan sebagainya. Hehehe...
Memang, kenapa sih kita harus ubah pola gaya hidup kita lebih sehat ??

Hmm... kalau kita sehat ya kita bisa terbebas dari berbagai macam penyakit. Aku yakin pasti kalian gak suka kan kalo setiap hari mesti minum obat pahit plus dikasi suntikan ke kulit gitu kalo lagi sakit. Iiiiiyy serem banget kedengerannya....










Sering dengar kalimat " Mencegah lebih baik daripada Mengobati " gak?

Tentu saja kalo sakit pasti harus di obati. Jaman sekarang biaya obat dan biaya rumah sakit lumayan mah…

Bank Indonesia & Media Indonesia Goes To Campus Universitas Mataram 2015


Whatzz up guys? Hello Agents of Change ... Yaa tentu saja kamu! Ya kamu yang lagi baca tulisan ini

Kali ini saya bersyukur banget bisa hadir ke acara #BIMIGoesToCampus tepatnya diselenggarakan di Auditorium #UniversitasMataram. Sumpah gokil banget acaranya lo, antusiasme kami para mahasiswa/i UNRAM pun tak kalah dalam menyambut acara ini. Gila aja tuh dari info yang aku dapet ternyata pendaftaran acara seminar plus diskusi ini full dalam 2 hari yang dimana itupun sudah mencapai 1900 orang. Acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 12 September 2015 dari pukul 08.00 hingga 14.30 WITA. 

Pertama sih saya kira acara ini bakalan boring, paling acara diskusi sharing dan tanya jawab seperti acara seminar-seminar lainnya. Tapi ternyata itu berbeda, bisa dilihat dari awal kalian datang menuju auditorium pasti banyak dipasang reklame sepanjang jalan di dekat auditorium, lalu ketika sudah ada di venue lokasi kalian diharapkan segera untuk menukar pin dengan merchandise dari BI kerja sama dengan Media Indonesia. Tak hanya itu saja, disana ada dipasang beberapa booth-booth untuk UKF yang mau menjajakan usahanya. Langsung saja setelah saya menukar dan mendapatkan merchandise tas, saya bersama teman-teman langsung menuju ke booth Media Indonesia  karena disana sedang ramai mengadakan undian yang dimana kita disuruh untuk menfollow akun mereka di twitter dan instagram setelah itu mengupload foto selfie kita di venue plus hastag #BIMIGoesToCampuss. 

Tentu saja saya pun lalu segera mengikuti petunjuk dari mereka dan  Klik! Setelah selfie saya pun lalu memperlihatkan hasil following, dan update foto ke mbak cantik penjaga booth sehingga saya mendapatkan sebuah kesempatan lot undian. Yah... ternyata hari itu saya kurang hokki karena walaupun saya sudah mencoba nya 2 kali (follow di intagram trus di twitter lain lagi hihihi ) saya hanya mendapatkan stiker dan sebuah bulpoin MI, padahal saya ingin hadiah bajunya lo :( tapi tak cukup sampe disana, saya pun tertantang dan penasaran lagi sehingga saya mengunjungi booth lain. Nah betul saja, ternyata tepat disebelah panggung ada booth BI yang dimana disana menyajikan 2 game yang hadiahnya baju (i'm really antusiasme for that!). Pertama saya mencoba bermain golf tapi gagal, oke saya pun segera mencoba permainan disebelahnya yaitu game lempar panah tapi gagal juga. Saya pun lalu kembali mencoba kedua kalinya dan sampe ketiga kali bolak balik stand game tadi hahahah #Maafken Dan ternyata akhirnya my hokki belum ada dihari ini secara saat itu saya padahal lempar panah itu sudah tepat mengenai sasaran ditengah titik hitamnya tapi sayangnya jatuh dan gagal (lagi)... #ohhhhshitttt dan kembali ketika saya ingin mencobanya ke 4 kalinya, ternyata hal tersebut di sela dengan kedatangan Deputi BI itu. Setelah itu saya dan bersama teman-teman masuk ke audit untuk mengikuti acara pembukaan.

(Oke hari ini gue gagal-gagal terus tapi setidaknya gue udah berani mencoba lah) *inget quote gagal adalah kunci keberhasilan ceileh*


Pada seminar kali ini banyak hal yang saya dapatkan.salah satunya yaitu ada tas, buku, pulpen dan sertifikat.


Tapi  tak hanya itu yang bisa saya bawa pulang yaitu yang terpenting adalah ilmu. Buktinya saya bisa share ke kalian semua tentang acara seminar kali ini. Oh ya perlu kalian ketahui bahwa seminar ini dihadiri oleh banyak orang penting di dunia perekonomian yang dengan rela menyempatkan waktu sibuk mereka ke acara ini. I really appreciate that.

Salah satunya pembicara yang hadir yaitu ada :
1. Bapak Tirta Segara (Dir. Departemen Komunikasi BI), 
2. Bapak Usman Kansong (Dir. Pemberitaan MI)
3. Ibu Theresia Deka Putri (Pengusaha Muda Indonesia - Kopi Luwak)
4. Prof. Ir, H. Sunarpi. Ph.D (Rektor UNRAM - diwakilkan)

tak kalah kerennya di moderatori oleh Mbak Prita Laura (Presenter Metro Tv)
dan tak kalah gokilnya pertujukan stand up komedy oleh comic Fikri, 
tak lupa pertujukan penutup yang setil oleh Budi Doremi

Tema inti acara seminar ini adalah "Bagaimana Dunia Usaha Menyikapi Situasi Perekonomian Indonesia", dari yang saya tangkap hasil seminar yang saya ikuti kali ini yaitu saya mendapatkan beberapa point yang bisa menjawab pertanyaan atas tema diatas.

Salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan menggunakan produk dalam negeri. Alah itu mah sudah mainstream banget kita mendengar kalimat seperti itu yah, tapi sayang kebanyakan dari kita masyarakat Indonesia sendiri masih kurang bisa merealisasikan hal tersebut alias cuma "omong doang-teori ajah"

Pernah denger Pak Jokowi mengganti menue makanan dalam acara rapatnya yang biasanya fast food diubah menjadi Tahu dan Tempe ? Itu adalah salah satu contoh yang kecil dan simple tapi ternyata membawa pengaruh yang besar #seperti kata pak Alamsyah. Salah satu cara menggunakan produk dalam negeri ya bisa dengan cara yang simpel sekalipun, tak perlu besar-besar. Kenapa kita mesti ribet-ribet melakukannya? Jawabannya karena kita bagian daripada Indonesia! 

Selain itu cara selanjutnya yaitu dengan mampu semakin mengembangkan dalam hal mengolah produksi sektor riil di dalam negeri. Ditekankan kepada produksi sektor riil sehingga kita punya kesempatan besar untuk bersaing menggunakan potensi dalam negeri kita. 

Lalu selanjutnya membangun kapasitas usaha pembentukan UMKM. UMKM itu sangat berperan penting dan aktif apalagi sangat cocok banget sama kita yang notabene masyarakat sedang kebawah untuk menggantungkan nasibnya dalam unit bisnis ini, karena yang perlu kalian ketahui bahwa yang bisa survive dalam krisi moneter 98 itu padahal bank-bank dan usaha besar banyak yang collapse adalah UMKM. Tak percaya? Baca Google. 

Pernah tidak kalian tahu bagaimana estimasi atau pandangan penduduk/masyarakan baik lokal maupun nonlokal terhadap barang lokal itu? Yang saya tahu sih estimasi masyaraka bahwa barang lokal itu dianggap jelek kualitasnya padahal belum tentu itu semua benar. Makadari itu dibutuhkan peran daripada anak-anak muda dalam mengembangkan dan menjalankan suatu unit bisnis itu, harus mengubah mindset wirausaha

bersambung

Comments