Skip to main content

Featured

Yuk, Dukung Germas Hidup Sehat ! Sehat itu Murah, Sakit itu Mahal

Waduh, menurutku tidak ada kata terlambat untuk hidup lebih sehat dan teratur. Kalau kemarin-kemarin kita menjalani hidup tidak sehat, maka sekarang saatnya kita mulai mengubah gaya dan pola hidup lebih sehat.
Ya,   "Gaya dan Pola Hidup Sehat"
Kalimat ini sangat sederhana untuk didengar, tapi kebiasaan inilah yang sering masyarakat Indonesia termasuk aku sendiri masih sulit untuk dilakukan. Buktinya ya masih saja kita sering mengkonsumsi junk food atau gorengan dan sebagainya. Hehehe...
Memang, kenapa sih kita harus ubah pola gaya hidup kita lebih sehat ??

Hmm... kalau kita sehat ya kita bisa terbebas dari berbagai macam penyakit. Aku yakin pasti kalian gak suka kan kalo setiap hari mesti minum obat pahit plus dikasi suntikan ke kulit gitu kalo lagi sakit. Iiiiiyy serem banget kedengerannya....










Sering dengar kalimat " Mencegah lebih baik daripada Mengobati " gak?

Tentu saja kalo sakit pasti harus di obati. Jaman sekarang biaya obat dan biaya rumah sakit lumayan mah…

Makalah Manajemen Strategi “ General Electric Matrix Analysis”

 
 
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam suatu perusahaan terdapat berbagai macam pilihan alat untuk menganalisis kondisi perusahaan tersebut. dalam perkembangannya perusahaan harus dapat merencanakan strateginya, yang merupakan  bagian yang terpenting dalam  kegiatan perusahaan mencari kesesuaian antara situasi internal (kekuatan dan kelemahan) dengan situasi eksternal (peluang dan ancaman) perusahaan dalam memanfaatkan peluang pasar. Sepanjang umur produk, perusahaan setiap kali harus menyesuaikan kembali strategi pemasaran untuk mengikuti situasi yang selalu berubah. Banyak faktor yang bisa menyebabkan perusahaan harus mengadakan perubahan besar-besaran strategi  pemasaran dalam suatu perusahaan mempunyai pengaruh yang sangat luas dan kuat terhadap kelancaran arus barang dan jasa yang dimulai dari produsen sampai ke konsumen akhir yang dapat menciptakan permintaan yang begitu efektif.

Perusahaan yang berhasil selalu berusaha mengenali pesaingnya sebaik mungkin seperti yang dilakukannya terhadap para konsumen. Analisis dan situasi persaingan akan membantu manajemen untuk memutuskan dimana akan bersaing dan bagaimana menentukan posisi mengahadapi pesaingnya pada setiap pasar sasaran. Untuk mempersiapkan strategi pemasaran efektif, perusahaan harus mempelajari pesaing aktual dan potensialnya. Perusahaan perlu mengidentifikasi strategi, tujuan, kekuatan, kelemahan, dan pola reaksi pesaing.

Ada beberapa strategi yang akan digunakan oleh perusahaan pada kondisi yang berbeda. Banyak manfaat yang dapat dipetik dari strategi-strategi ini yang didasarkan pada perilaku mereka dalam industri, yaitu apakah mereka memimpin ( Leader ) , menantang ( Chalanger) , mengikuti ( Fellower ) atau hanya mengambil sebagian kecil dari seluruh pasar. Untuk memaksimumkan nilai perusahaan dan mencapai hasil kerja yang maksimal bagi perusahaan, maka pihak manajemen perusahaan perlu mengetahui faktor-faktor yang menjadi keungulan sekaligus kelemahan dengan mengambil acuan kepada pesaingnya. Faktor yang sudah unggul tetap dipertahankan dan dapat lebih ditingkatkan untuk terciptanya pertumbuhan pasar  ( market growth ) yang tinggi dan meningkatnya pangsa pasar ( market share ) , dan sebaliknya faktor yang masih rendah perlu mempelajari keberhasilan perusahaan lain agar kinerjanya lebih baik lagi. Dan untuk mencapai tujuan dari perusahaan tersebut, maka pihak manajemen diharuskan menerapkan konsep strategi pemasaran berdasarkan Matrik BCG (Boston Consulting Group). Matrik BCG adalah matrik internal - external (IE) yang dibentuk secara khusus dalam rangka meningkatkan usaha-usaha perusahaan yang memiliki multidivisi dengan merumuskan strategi yang paling cocok.

Rumusan Masalah
Dari ulasan latar belakang ini, kami menemukan rumusan masalah yang antaranya:
  1.  Apa yang dimaksud dengan BCG (Boston Consulting Group) ?
  2.  Bagaimana sejarah tentang Boston Consulting Group  ?
  3.  Apa yang dimaksud dengan  Matriks Boston Consulting Group ?
  4.  Apa Tujuan dari Matriks Consulting Group  ?
  5.  Bagaimana aplikasinya pada Perusahaan multidivisi ( SBU ) ?

BAB II
PEMBAHASAN

Analisis BCG ( Boston Consulting Group ) 
 
BCG (Boston Consulting Group)  
Merupakan perusahaan konsultan manajemen swasta yang  berbasis di Boston, ini merupakan pertumbuhan pangsar pasar  yang dikembangkan dan dipopulerkan oleh seorang manajemen konsultan terkemuka.  Boston Consulting Group (BCG) adalah konsultan manajemen perusahaan bergengsi yang didirikan pada tahun 1963 oleh Bruce Henderson, seorang alumnus Harvard Business School. BCG biasanya mempekerjakan untuk Associate atau posisi Konsultan. BCG ini adalah perusahaan konsultan manajemen Global yang memiliki 69 kantor di 40 negara, dan CEO sekarang adalah Hans-Paul Biirkner.

Sejarah Boston Consulting Grup dan Matriks BCG
Pada awal tahun 1970, BCG ditemukan oleh Bruce D. Henderson sebagai divisi management dan konsultasi dari Boston Safe Deposit and Trust Company- yang mana merupakan anak cabang dari perusahaan boston. Seorang mantan penjual alkitab, Henderson sudah menjadi sarjana teknik di Universitas Vanderbilt sebelum berkunjung ke sekolah bisnis Harvard. Beliau meninggalkan HBS 90 hari sebelum  kelulusannya untuk bekerja di perusahaan Westinghouse, tempat dimana ia menjadi wakil presiden termuda sepanjang sejarah perusahaan tersebut. Dia akan meninggalkan Westinghouse untuk memimpin Unit manajemen pelayanan sebelum menerima tantangan yang mustahil dari pimpinan Boston Safe Deposit and Trust Company untuk memulai pelayanan konsultasi untuk bank.

Matriks Boston Consulting Group
Dalam Analisis ini terdapat Metode analisis BCG (Boston Consulting Group) merupakan metode digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic (SBU) dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan. Metode ini  disebut The BCG Growth-Share Matrix adalah empat-sel (2 dari 2) matriks digunakan untuk melakukan analisis portofolio bisnis sebagai langkah dalam perencanaan strategis yang didesain secara spesifik untuk mendorong usaha perusahaan multidivisi dalam merumuskan strategi tersebut. Model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson ini didasarkan pada pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif terhadap pesaing terbesar, sebagai dua faktor penentu penting untuk mengetahui posisi unit bisnis tersebut.

 Tujuan Matriks Boston Consulting Grup (BCG)
Tujuan utama Matriks Boston Consulting Grup (BCG) adalah untuk mengetahui produk manakah yang layak mendapat perhatian dan dukungan dana agar produk tersebut bisa bertahan dan menjadi kontributor terhadap kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Setiap produk memiliki siklus hidup produk, dan setiap tahap dalam siklus hidup produk mewakili profil risiko yang berbeda. Secara umum, perusahaan harus menjaga portofolio yang seimbang dari produk yang dipasarkan. Portofolio tersebut bisa dalam rentan produk dengan pertumbuhan tinggi maupun pertumbuhan rendah. Sebuah produk dengan pertumbuhan tinggi membutuhkan beberapa upaya dan sumber daya untuk memasarkannya, untuk membangun saluran distribusi, dan untuk membangun infrastruktur penjualan, dengan harapan produk tersebut dapat membawa keuntungan di masa depan.
 
 Kegunaan Matriks Boston Consulting Grup (BCG)
Matriks Boston Consulting Group digunakan untuk memahami pasar, optimasi portofolio dan alokasi sumber daya yang efektif. Untuk memahami matriks BCG, kita perlu memahami bagaimana pangsa pasar dan pertumbuhan pasar saling berhubungan. Pangsa pasar adalah persentase dari total pasar yang sedang dilayani oleh perusahaan, baik dalam hal pendapatan atau dalam satuan volume. Semakin tinggi pangsa pasar, semakin tinggi proposi pasar yang akan dikontrol.

Matriks BCG juga bisa digunakan sebagai alat sederhana untuk melihat portofolio bisnis, dan bisa berfungsi sebagai titik awal untuk membahas alokasi sumber daya antara unit-unit bisnis strategis. jika kita menikmati pangsa pasar yang tinggi, maka kita akan menghasilkan uang. Pertumbuhan pasar digunakan sebagai ukuran dari daya tarik pasar. Jika pasar mengalami pertumbuhan pasar tinggi dari total perkembangan pasar, maka akan relatif mudah bagi bisnis untuk menambah keuntungan mereka, bahkan jika pangsa pasar mereka tetap stabil. Sebaliknya kondisi pangsa pasar yang rendah tidak menambah keuntungan, namun kondisi pangsa pasar yang tinggi belum tentu juga menguntungkan jika tidak ada upaya memberikan diskon secara agresif.

Asumsi dasar Dalam Analisis Matriks BCG  ( Boston Consulting Group )
a. Bahwa peningkatan pangsa pasar relatif akan menghasilkan peningkatan generasi kas. Asumsi ini sering benar karena kurva pengalaman , pangsa pasar relatif meningkat menunjukkan bahwa perusahaan bergerak maju pada kurva pengalaman relatif terhadap  pesaingnya, dengan demikian mengembangkan keunggulan biaya.

b. Asumsi kedua adalah bahwa pasar yang berkembang membutuhkan investasi dalam aktiva untuk meningkatkan kapasitas dan demikian hasil dalam konsumsi kas. Dengan demikian posisi bisnis pada saham-pertumbuhan matriks memberikan indikasi generasi    kas dan konsumsi kas.
Henderson juga beralasan bahwa uang yang diperlukan oleh bisnis unit yang berkembang pesat dapat diperoleh dari unit lain perusahaan bisnis yang pada tahap lebih dewasa dan menghasilkan kas yang signifikan. Dengan investasi untuk menjadi pemimpin pangsa pasar di pasar yang berkembang pesat, unit bisnis bisa bergerak sepanjang kurva pengalaman dan mengembangkan keunggulan biaya. Dari alasan ini, BCG Growth-Share Matrix lahir.

Dalam hal ini Sumbu matriks BCG  adalah Market Share (Pangsa Pasar) dan Market Growth (Pertumbuhan pasar). Matriks BCG terdapat 4 kuadran yang menggambarkan posisi suatu unit bisnis dipandang dari segi pertumbuhan pasar serta pangsa pasarnya, keempat kuadran atau kategori tersebut adalah :
  1. Dog (Anjing) => Kategori Anjing memiliki pangsa pasar yang rendah dan tingkat pertumbuhan yang rendah dan dengan demikian tidak menghasilkan atau mengkonsumsi uang dalam jumlah besar. Unit ini biasanya 'impas', menghasilkan sedikit  uang untuk mempertahankan pangsa pasar bisnis. Pada posisi anjing, produk berada pada pangsa pasar rendah dan kondisi pasar yang tumbuh sangat sedikit. Posisi ini memerlukan beberapa investasi, karena sumber daya manusia dan sumber uangnya sanagat rendah.Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini sering kali dilikuidasi, divestasi, atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan. 
  2. Question Mark (Pertanyaan Mark) => Kategori ini memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Biasanya kebutuhan kas perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah. Bisnis ini disebut tanda Tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif atau menjualnya. Unit bisnis ini memerlukan banyak uang untuk mempertahankan pangsanya, apalagi meningkatkannya. Manajemen harus berpikir keras tentang tanda tanya mana yang harus dicoba untuk dibangun menjadi bintang dan mana yang harus dibuang.
  3.  Star (Bintang) => Kategori ini memiliki peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relative yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya.
  4. Cash Cow (Kas sapi)/Sapi Perah => Kategori ini memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas yang lebih dari yang dibutuhkannya, mereka sering kali diperah. memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin. SBU yang terkenal dan berhasil ini memerlukan investasi yang lebih kecil untuk mempertahkankan pangsa pasarnya. SBU ini menghasilkan banyak uang yang digunakan perusahaan untuk membayar tagihannya dan untuk mendukung SBU lain yang memerlukan investasi
Untuk lebih jelas  dari masing-masing matriks adalah sebagai berikut:
  1. Tanda tanya (asking), Unit usaha yang bergerak dalam pasar dengan pertumbuhan tinggi, namun pangsa pasar relatif rendah. Pada bagian ini perusahaan harus bekerja keras untuk menentukan apakah akan tetap mempertahankan usaha ini atau tidak .
  2. Bintang (star), jika usaha di kategori tanda tanya berhasil, maka usaha tersebut akan menjadi kategori bintang. Kategori ini adalah pemimpin pasar yang berada dalam pasar yang tumbuh dengan cepat. Tapi bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan antisipasi para pesaingnya. Jika bintang tidak dapat mempertahankan pangsa pasar yang besar, ia akan menjadi sapi kas ketika penurunan tingkat pertumbuhan pasar. Portofolio perusahaan terdiversifikasi harus selalu memiliki bintang yang akan menjadi sapi perah generasi berikutnya dan memastikan kas masa depan.
  3. Sapi perah (cashcow), kategori ini terjadi bilamana pertumbuhan pasar tahunan menurun. Sang bintang bisa saja menjadi sapi perahan jika masih masih memiliki pangsa pasar relatif besar sehingga masih menghasilkan banyak kas. Biasanya perusahaan kategori ini digunakan untuk membiayai jenis usaha untuk kategori lainnya.
  4. Anjing (dog), pada kategori ini perusahaan berada dalam pangsa pasar yang rendah dan pertumbuhan pasar yang lambat. Perusahaan bisa saja menghasilkan laba yang rendah atau bahkan mungkin mengalami kerugian. anjing adalah kas perangkap karena uang diikat dalam bisnis yang kurang potensial.usaha tersebut adalah kandidat untuk divestasi.
Dalam analisis BCG Matriks ini adapun Kelebihan dan Kelemahannya, sebagai berikut:
 
Kelebihan Matriks BCG
Matriks BCG adalah salah satu alat pembuat keputusan yang paling mudah. Hanya dengan membaca grafiknya, orang akan dapat dengan mudah melihat di posisi manakah perusahaan mereka berada. Matriks ini memusatkan perhatian pada arus kas, karakteristik investasi, dan kebutuhan berbagai divisi organisasi. Divisi dapat berubah dari waktu ke waktu: anjing menjadi tanda tanya, tanda tanya menjadi bintang, bintang menjadi sapi perah, dan sapi perah menjadi anjing. Namun yang jarang terjadi adalah perubahan yang searah jarum jam.

Kelemahan Matriks BCG
  • Tingkat pertumbuhan pasar adalah hanya salah satu faktor dalam daya tarik industri, dan pangsa pasar relatif hanya satu faktor dalam keunggulan kompetitif. Pertumbuhansaham matriks mengabaikan faktor lain di kedua faktor penentu penting dari profitabilitas.
  • Kerangka kerja ini mengasumsikan bahwa setiap unit bisnis independen dari yang lain. Dalam beberapa kasus, sebuah unit bisnis yang merupakan anjing dapat membantu unit usaha lain mendapatkan keuntungan kompetitif.
  • Matriks sangat bergantung pada luasnya definisi pasar. Sebuah unit usaha dapat mendominasi ceruk kecil, tetapi memiliki pangsa pasar yang sangat rendah dalam industri secara keseluruhan.Dalam kasus seperti itu, definisi pasar dapat membuat perbedaan antara anjing dan sapi kas.

Kerangka Konseptual dan Kerangka Operasional Martiks Boston Consulting Grup (BCG)
Kerangka Konseptual Martiks Boston Consulting Grup (BCG)

a.  Tingkat pertumbuhan pasar (Market Growth)
Pertumbuhan pasar diwakili oleh sumbu vertikal. Pertumbuhan pasar adalah proyeksi tingkat penjualan untuk pasar yang akan dilayani. Biasanya diukur dengan peningkatan persentase dalam nilai atau volume penjualan dua tahun terakhir Sumbu dibagi menjadi dua bagian: lebih dan kurang dari 10 persen pertumbuhan per tahun. Pasar pertumbuhan di atas 10 persen dianggap tinggi karena itu variabel ini melambangkan daya tarik pasar.
Sumbu y menggambarkan tingkat pertumbuhan industri dalam penjualan yang diukur dalam bentuk persentase. Persentase tingkat pertumbuhan pada sumbu y dapat berkisar antara -20 hingga +20 persen, dengan 0,0 sebagai titik tengah. Angka kisaran ini pada sumbu x dan y seringkali digunakan, tetapi angka lainnya dapat dibuat bila dianggap sesuai untuk organisasi tertentu.Pertumbuhan pasar menggambarkan jangkauan organisasi atau  menunjukkan perekembanagn organisasi. Teori di balik matriks mengasumsikan, oleh karena itu, indikasi tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi disertai  tuntutan pada investasi.
Tingkat pertumbuhan pasar mengatakan lebih tentang posisi merek daripada hanya dengan arus kas. Itu adalah indikator yang baik dari kekuatan pasar itu, dengan potensi masa depan untuk menghadapi siklus hidup pasar dengan daya tarik oragnaisasi untuk masa depan pesaing. Hal ini juga dapat digunakan dalam analisis pertumbuhan.

b. Pangsa pasar relatif (Market Growth Rate)
 Pangsa pasar relatif adalah bagian penjualan industri total sebuah perusahaan di sebuah pasar tertentu. Pangsa pasar relatif diwakili oleh sumbu horisontal. Ini adalah pangsa pasar perusahaan dibagi dengan pangsa pesaing terbesar. Pangsa pasar relatif berfungsi sebagai ukuran kekuatan perusahaan di segmen pasar yang relevan. Posisi pangsa pasar relatif (relative market share) didefinisikan sebagai rasio dari pangsa pasar satu divisi tertentu terhadap pangsa pasar yang dimiliki oleh pesaing terbesar dalam industri tersebut. Pangsa pasar relatif dapat ditentukan menggunakan rumus berikut:
Semakin tinggi nilai pangsa pasar suatu perusahaan, semakin besar proporsi pasar yang dikendalikannya. Posisi pangsa pasar relatif diberikan pada sumbu x dari matriks BCG. Titik tengah dari sumbu x biasanya dibuat 0,50  atau sama dengan divisi yang memiliki separuh pangsa pasar dari perusahaan pemimpin dalam industri. Matriks BCG secara grafis menunjukkan perbedaan di antara berbagai divisi dalam posisi pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan industri. Matriks BCG memungkinkan organisasi multidivisi untuk mengelola portofolio bisnisnya dengan mempertimbangkan posisi pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan industri dari masing-masing divisi relatif terhadap divisi lain dalam organisasi
 
Kerangka Konseptual Operasional Boston Consulting Grup (BCG)
  • Mengidentifikasi dan membagi perusahaan dalam SBU (strategic business units).
  • Menilai dan membandingkan prospek tiap SBU berdasarkan dua industry yaitu pangsa pasar relatifnya dan tingkat pertumbuhan ndustry SBU tersebut.
  • Mengklasifikasikan SBU pada matriks BCG.
  • Mengembangkan strategi untuk tiap SBU.

Contoh Aplikasi BCG
Berdasarkan data yang telah diolah  dan dihitung menggunakan Rumus diatas pada       PT. Bayer adalah sebagai berikut ;

PT. Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi inti di bidang kesehatan, gizi dan material berteknologi tinggi. perusahaan produk dan jasa yang dirancang untuk menguntungkan orang dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Pada saat yang sama Bayer menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi.  PT. Bayer, Tbk. memiliki divisi yaitu bayer healthcare, bayer cropscience, bayer materialscience. Berdasarkan Boston Consulting Group (BCG) Matrix, Divisi bayer healthcare memiliki kontribusi terbesar dalam persentase penjualan yaitu 51,3% , dengan growth rate atau rata-rata sebesar 25% sedangkan devisi cropscience memiliki persentasi dalam penjualan yaitu 20,9 % dan growth rate sebesar 18%. Divisi bayer materialscience memiliki persentasi penjualan yaitu 24,1 % dan growth rate sebesar 15% .

Sesuai diagram BCG Matrix, Divisi bayer healthcare dan bayer cropscience dianggap sebagai stars karena memiliki kontribusi pertumbuhan penjualan yang besar dengan pangsa pasar yang relatif besar juga. Divisi materialscience dianggap sebagai Cash cows karena tingkat pertumbuhan penjualannya lebih rendah tapi mempunyai pangsa pasar yang relatif tinggi.

Dengan  posisi Star ini, PT. Bayer ,Tbk. dapat memilih untuk melakukan strategi seperti untuk meneliti, mengembangkan, memproduksi dan memasarkan produk-produk inovatif yang meningkatkan kesehatan manusia dan hewan di seluruh dunia, menempatkan bisnis kami menjadi tiga subkelompok yang beroperasi hampir secara independen dan sepenuhnya disesuaikan dengan masing-masing markets dan selalu didukung oleh perusahaan jasa yang kompeten. di posisi Cash Cows, dapat mencoba melakukan strategi penjualan yang lebih baik lagi agar  dapat mempertahankan pangsa pasarnya dan melakukan diversifikasi konsentrik.
 
Solusi dalam menerapkan strategi pada masing-masing Divisi

Solusi dalam matriks BCG adalah pengambilan stategi yang sesuai dengan posisi perusahaan atau badan usaha.Suatu perusahaan atau  badan usaha harus memutuskan apa tujuan, strategi dan anggaran harus ditetapkan ke setiap SBU. Strategi harus segera diambil sesuai dengan hasil analisis dan posisinya dalam matriks BCG. Hal ini dilakukan mempertahankan atau memperbaiki kondisi perusahaan atau badan usaha. strategi yang dapat diterapkan ada 2 yaitu, sesuai dengan tiap kuadran  matiks BCG dan strategi yang diambil secara umum.

Strategi yang dapat diambil dari tiap kuadran matiks BCG :c
  1. Kudran posisi Tanda Tanya, organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembagnan produk) atau tetap menjual produknya. Pada kuadran Bintang, strategi yang dapat dilakukan adalah menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan. Hal ini dilakukan karena Divisi dengan pangsa pasar relative yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi. Strategi yang dikembangkan adalah; Integrasi ke depan, ke belakang, dan horizontal; penetrasi pasar; pengembangan pasar; pengembangan produk; dan joint venture. posisi ini memiliki peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi.
  2. Kuadran Sapi Perah strategi yang dikembangkan untuk sapi perah yang kuat adalah pengembangan produk atau diversifikasi konsentrik. Pada kuadran Anjing adalah posisi yang sanagat lemah, karena berada dalam pertumbuhandan pangsa pasar yang lemah. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini sering kali dilikuidasi, divestasi, atau dipangkas dengan retrenchment.
 
Strategi umum yang dapat diterapkan pada matriks BCG 
  1. Pertumbuhan (Build) : Pada posisi tanda tanya beberapa perusahaan dapat menggunakan strategi pertumbuhan yang dibiayai oleh sapi perah bagian dari sapi perah pendapatan akan memperkuat posisi tanda tanya yang memiliki potensi untuk menjadi bintang. Dalam hal ini, sebuah perusahaan meningkatkan pangsa pasarnya secara substansial.
  2. Mempertahankan posisi (tertunda) : Cara ini sesuai dengan posisi bintang-bintang dan sapi perah.Dalam hal ini, pemeliharaan strategi dapat lebih menjanjikan.
  3. Panen atau susu utama : Tujuan dari strategi ini adalah naik arus kas jangka pendek meskipun konsekuensi jangka panjang. Panen menyiratkan keputusan untuk keluar dari bisnis dengan mengeksekusi program konstan pemotongan biaya. Perusahaan menggunakan strategi ini ketika mereka berharap untuk mengurangi biaya mereka pada tingkat yang lebih cepat daripada potensi penurunan penjualan. Strategi ini cocok untuk lemah sapi tunai, tanda tanya dan anjing. Rekomendasi untuk anjing adalah susu mereka dan menghapus mereka dari pasar.
  4. Likuidasi (Hentikan, Divest)  : Jika sebuah perusahaan menjalankan bisnis lemah, arus mempertimbangkan cuaca untuk panen atau melepaskan unit bisnisnya. Keputusan likuidasi perusahaan memberikan kesempatan untuk menginvestasikan kembali sumber daya dalam bisnis lebih makmur. Strategi ini tepat untuk anjing dan sisa tanda tanya, yang tidak didanai oleh sapi tunai.
Elaborasi Pengaplikasian Matriks BCG
       Dog, Question Mark, Star dan Cash Cow merupakan empat bagian yang ada dalam matriks BCG dan dibagi berdarakan kriteria pangsa pasar dan pertumbuhan pasar. Dengan menggunakan konsep internal dan ekstenal (dua faktor utama yang dibahas di atas yaitu: Pesaing dan potensi pasar), akan lebih jelas dalam melihat konsep BCG. Bagi perusahaan yang sudah ‘bermain lama dalam suatu wilayah tertentu dan dalam wilayah tersebut memiliki beberapa pemain yang masih di tolerir, dengan perkembangan pasar yang cukup baik perkembangannya maka produk dari perusahaan tersebut masuk dalam kategori question mark atau juga bisa masuk dalam kategori star. Kenapa demikian karena perusahaan yang berada dalam pasar yang masih stabil mengalami perkembangan dan jumlah ‘pemain’ yang berada dalam wilayah tersebut masih sesuai dengan rasio pasar yang ada maka perusahaan tersebut pasti telah masuk dalam kondisi question mark. Kunci  dari konsep matriks BCG adalah menaruh perhatian lebih pada pesaing dan potensi pasar. Kedua kombinasi ini merupakan faktor-faktor yang sangat penting dan krusial baik dalam praktek maupun teori untuk memahami konsep matriks BCG. Ketika pasar sudah stagnan ( dalam keadaan terhenti ) maka ini merupakan kunci utama dalam mempertimbangkan langkah yang dapat ditempuh oleh setiap perusahaan, karena dengan stagnannya pertumbuhan pasar,  maka ini merupakan indikasi awal bahwa perusahaan telah kemungkinan dapat berada dalam kondisi krisis. Pasar yang stagnan bisa disebabakn oleh pesaing yang terlalu banyak atau juga pasar yang dalam hal ini konsumen yang sudah homogen dimana semua ceruk pasar yang ada telah diakomodasi, dampak bagi perusahaan adalah kembali melihat kondisi didalam perusahaan sendiri, jika perusahaan masih memiliki pangsa pasra yang baik maka perusahaan masuk dalam kategori Cash cow ( Sapi perah ), tetapi jika sebaliknya maka perusahaan berada dalam kondisi kritis Dog ( Anjing ) .

Setiap level dan kategori dalam matriks BCG membutuhkan perhatian dan perlakuan yang berbeda-beda. Tidak dapat begitu saja meningkatkan investasi pada saat mengkalkulasikan perusahaan berada dalam level star, karena bukan tidak mungkin pertumbuhan pasar yang stabil akan mengundang banyak pemain baru ke pasar yang ada atau ketika berada dalam kondisi yang dikategorikan kuadran  dog, perusahaan langsung menutup semua produksi yang ada pada produk yang bersangkutan tetapi bisa melakukan inovasi atau perubahan target pasar dengan memanfaatkan ceruk pasar yang belum tergarap. Demikian pula ketika berada di posisi cash cow maupun question mark, karena yang harus diperhatikan adalah banyak faktor yang saling berkaitan dan masing-masing berubah sesuai dengan momentum yang ada dan sangat sulit diprediksi.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
  1. BCG (Boston Consulting Group) adalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang  bebasis di Boston, ini merupakan pertumbuhan pangsar pasar  yang dikembangkan dan Pada awal tahun 1970, BCG ditemukan dan dipopulerkan oleh seorang manajemen konsultan terkemuka oleh Bruce D. Henderson sebagai divisi management dan konsultasi dari Boston Safe Deposit and Trust Company- yang mana merupakan anak cabang dari perusahaan boston.
  2. Matriks Boston Consulting Group merupakan suatu metode analisis untuk menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic (SBU) dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahan. Dan dalam hal ini terdapat kuadran untuk menentukan Posisi setiap SBU  yang terdiri dari: Dog yaitu pada kategori ini perusahaan berada dalam pangsa pasar yang rendah dan pertumbuhan pasar yang lambat, Cash Cow yaitu Kategori ini memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat, Star  yaitu Divisi dengan pangsa pasar relative yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi dan Question Mark yaitu Kategori ini memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat Biasanya kebutuhan kas perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah.
  3. Tujuannya adalah untuk mengetahui produk manakah yang layak mendapat perhatian dan dukungan dana agar produk tersebut bisa bertahan dan menjadi kontributor terhadap kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

SARAN
  1. Dalam hal ini setiap perusahaan harus dapat memilih analisis yang tepat untuk mengambil suatu keputusan strategi apa yang harus digunakan demi  keberlangsungan usahanya.
  2. Dan untuk perusahaan Multidivisi agar mampu menerpakan strategi Unit Bisnis dengan mengetahui Posisi Unit bisinisnya terdahulu melalui penerapan analisis Matriks Boston Consulting Group dengan demikian perusahaan multidivisi yang memiliki unit bisinis  dapat memilih strategi dan tidakan yang tepat untuk produk usahanya agar dapat bersaing dengan pesaing dan menjadi market leader pertumbuhan pasar yang tinggi dan pangsa pasar yang tinggi.

Comments