Skip to main content

Featured

Yuk, Dukung Germas Hidup Sehat ! Sehat itu Murah, Sakit itu Mahal

Waduh, menurutku tidak ada kata terlambat untuk hidup lebih sehat dan teratur. Kalau kemarin-kemarin kita menjalani hidup tidak sehat, maka sekarang saatnya kita mulai mengubah gaya dan pola hidup lebih sehat.
Ya,   "Gaya dan Pola Hidup Sehat"
Kalimat ini sangat sederhana untuk didengar, tapi kebiasaan inilah yang sering masyarakat Indonesia termasuk aku sendiri masih sulit untuk dilakukan. Buktinya ya masih saja kita sering mengkonsumsi junk food atau gorengan dan sebagainya. Hehehe...
Memang, kenapa sih kita harus ubah pola gaya hidup kita lebih sehat ??

Hmm... kalau kita sehat ya kita bisa terbebas dari berbagai macam penyakit. Aku yakin pasti kalian gak suka kan kalo setiap hari mesti minum obat pahit plus dikasi suntikan ke kulit gitu kalo lagi sakit. Iiiiiyy serem banget kedengerannya....










Sering dengar kalimat " Mencegah lebih baik daripada Mengobati " gak?

Tentu saja kalo sakit pasti harus di obati. Jaman sekarang biaya obat dan biaya rumah sakit lumayan mah…

Strategi Pemasaran

Berikut ini beberapa catatan mata kuliah Strategi Pemasaran oleh Pak Maruci (7/9/2015)

Perbedaan antara Strategi dengan Taktik

Strategi itu lebih umum adalah cara untuk memenangkan peran atau persaingan. Sedangkan taktik adalah lebih khusus yang dimana hal tersebut berhadapan dengan lawan yang disesuaikan dengan kondisi atau situasi serta memakai taktik yang bisa berubah-ubah sesuai dengan sikon yang terjadi.

Apakah terlebih dahulu menetapkan strategi atau tujuan perusahaan ?

Hal pertama yang sebaiknya kita lakukan yaitu menetapkan strategi terlebih dahulu, tetapi hal tersebut harus pertama-tama mempertimbangkan dan melihat kondisi perusahaan seperti lingkungan pemasaran baik lingkungan eksternal maupun internal. Kondisi perusahaan salh satunya yaitu apakah perusaahn berada pada posisi Market Nicher atau follower dan sebagainya. Setelah kita mengetahui kondisi perusahaan pada saat tersebut selanjutnya kita menetapkan strategi apa saja yang cocok dan dapat dilakukan ketika posisi perusahaan berada pada market follower misalnya sebagai contoh. Setelah merancang strategi-strategi yang akan dilakukan barulah perusahaan dapat berani untuk menetapkan tujuan perusahaan sehingga hal tersebut pastilah bisa berjalan dengan lancar.

Memang sih kalian pasti banyak berpikiran bahwa perusahaan harus terlebih dahulu menetapkan tujuan perusahaan tersebut karena hal tersebut dilandasi oleh teori fungsi-fungsi manajemen (POAC alias Planning, Organizing, Actuacting and Controlling). Tapi diingat hal tersebut dalam menetapkan strategi itu sudah termasuk dalam hal Planningnya. Apabila kita menetapkan tujuan perusahaan terlebih dahulu maka besar kemungkinan perusahaan bakal kesulitan atau kesusahan dalam menetapkan strategi-strategi perusahaan dengan dan tanpa melihat kondisi terkini perusahaan tersebut. Bisa dibilang bahwa hal tersebut diluar kuasa kita alias kita terlalu berangan-angan terlalu tinggi untuk mencapai keinginan yang besar tapi kita tidak melihat kondisi dan daya sumber perusahaan yang terbatas. Memang baik untuk bermimpi besar tetapi kita harus di seimbangi dengan kinerja dan sumber daya yang kita punyai saat ini.

Contoh logika misalnya :
Saya mahasiswa yang memeiliki IP 2 dan termasuk orang yang kurang dalam belajar. Lalu tanpa melihat kondisinya sekarang yang termasuk mahasiswa yang bodo tetapi ingin bermimpi IP. 4 alias cumlaude, otomatis hal tersebut sungguh diluar akal menetapkan keinginan yang mustahil untuk dicapai. Seharusnya mahasiswa tersebut yang dalam kondisi IP 2 mempunyai tujuan untuk belajar setidaknya semester depan ingin IP 3. Kalau seperti itu kan lebih realistis berpikirnya tidak? Jadi intinya kita menetapkan tujuan apapun itu dalam konteks yang berbeda-beda harus sesuai dengan kondisi dari diri kita atau dalam konteks pemasaran yaitu perusahaan bisnismya.

Misal lainnya:
Suatu perusahaan yang berada pada posisi market nicher ingin berujuan menjadi market leader. Tetapi tunggu jika ingin menjadi market leader dan hal tersebut tidak didukung dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan maka hal tersebut bisa menjadi bumerang kepada perusahaan kitaa. Bakalan kalah telak dengan perusahaan market leader. Ya minimal lah karena posisi perusaahaan di market nicher, maka strategi yang digunakan yaitu untuk melawan market follower.


Lingkungan Pemasaran
Terdapat 2 lingkungan pemasaran yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal.

I. Lingkungan eksternal, 
a. Eksternal Makro, adalah lingkungan yang berada diluar perusahaan yang dimana berupa kekuatan-kekuatan, bukan pelaku/orang yang bisa dipengaruhi oleh perusahaan tetapi perusahaan hanya bisa mengantisipasi adanya hal tersebut. Contohnya seperti pengaruh ekonomi global, sosial, politik, budaya, fisik, perubahan demografi, teknologi dan sebagainya.

b. Eksternal Mikro, kebalikan daripada makro yaitu pelaku/orang yang dapat dipengaruhi oleh perusahaan. contohnya seperti distributor, supplier, pesaing, pemerintah, investor dan konsumen.

II. Lingkungan internal, yang terdiri dari para staf atau anggota,manajer SDM, Pemasaran, Akuntan dan sebagainya. Intinya untuk semua orang yang berada didalam perusahaan/organisaasi tersebut.

dan juga inti perbedaan dari kedua lingkungan diatas adalah kalau lingkungan eksternal itu berbicara tentang peluang dan ancaman sedangkan ligkungan internal berbicara tentang kekuatan dan kelemahan tentang unit usaha tersebut.


Pada pertemuan pertama ini kita diberi tugas perseorangan yaitu disuruh menentukan 1 unit bisnis usaha apapun itu, lalu lakukan wawancara tentang lingkungan bisnis dari usaha bisnis tersebut dan membuat laporan tentang hasil wawancara dengan narasumber tersebut. Pada saat ini saya masih dalam proses mengerjakannya. Oke saya cukupkan sampai disini #ReviewKuliah kali ini. terima kasih :)



DIPEMASARAN TIDAK ADA STRATEGI YANG SALAH ATAU BENAR DARI SETIAP KEPUTUSAN KITA KARENA SUSAH DIPREDIKSI DAN TIDAK ADA YANG PASTI. Dikarenakan semua bisnis pasti ada pesaingnya dan setiap konsumen pasti menghadapi konsumen yang berbeda-beda dan sulit diprediksi perilakunya.


YANG ADA ITU ADALAH BENAR KARENA LOGIKANYA. 

Comments