Skip to main content

Featured

Yuk, Dukung Germas Hidup Sehat ! Sehat itu Murah, Sakit itu Mahal

Waduh, menurutku tidak ada kata terlambat untuk hidup lebih sehat dan teratur. Kalau kemarin-kemarin kita menjalani hidup tidak sehat, maka sekarang saatnya kita mulai mengubah gaya dan pola hidup lebih sehat.
Ya,   "Gaya dan Pola Hidup Sehat"
Kalimat ini sangat sederhana untuk didengar, tapi kebiasaan inilah yang sering masyarakat Indonesia termasuk aku sendiri masih sulit untuk dilakukan. Buktinya ya masih saja kita sering mengkonsumsi junk food atau gorengan dan sebagainya. Hehehe...
Memang, kenapa sih kita harus ubah pola gaya hidup kita lebih sehat ??

Hmm... kalau kita sehat ya kita bisa terbebas dari berbagai macam penyakit. Aku yakin pasti kalian gak suka kan kalo setiap hari mesti minum obat pahit plus dikasi suntikan ke kulit gitu kalo lagi sakit. Iiiiiyy serem banget kedengerannya....










Sering dengar kalimat " Mencegah lebih baik daripada Mengobati " gak?

Tentu saja kalo sakit pasti harus di obati. Jaman sekarang biaya obat dan biaya rumah sakit lumayan mah…

Upaya Margarin Merebut Pelanggan Minyak Goreng (Margarin vs Minyak Goreng)

Kasus 2 : Upaya Margarin Merebut Pelanggan Minyak Goreng

·         Ringkasan Singkat :

Sebagai Market Leader yang mendominasi pasar margarine di Indonesia, Blue Band berusaha mengembangkan pasar. Ini dilakukan dengan mengkomunikasikan penggunaan baru      ( new usage ). Blue band diposisikan untuk  memasak yaitu membuat tumisan. Iklan TV Blue Band menggambarkan seorang ibu muda yang mencoret kata “minyak goreng” dalam buku masakannya diganti dengan “Blue Band”. Ini dipertegas dengan naskah iklannya “Saat menumis ganti minyaknya hanya dengan Blue Band karena Blue Band bikin tumisan lebih beraroma dan rasa lebih mantap. Otomatis hal ini menantang minyak goreng, Blue Band mengharapkan konsumen minyak goreng beralih memakai Blue Band saat menumis.

Strategi yang sama juga dilakukan margarine merek Filma. Hal yang dilakukannya dengan menggaet artis presenter Tika Pangabean pada iklannya yang memakai margarine Filma untuk membuat kue, dan juga memasak. Slogan iklannya berbunyi “Good for cook, good for cake”.

Simas margarine juga tidak kalah untuk berusaha mempengaruhi konsumen agar beralih ke produknya yaitu Simas Margarin Dapur mementingkan fungsinya unttuk memasak. Dalam iklannya menggambarkan juru masak atau pemilik restoran yang laris manis karena memakai Simas untuk memasak. Para pelanggannya makan minta nambah, nambah dan nambah lagi, berikut ungkapan monolog iklannya. Slogan iklannya berbunyi : “Masak Biasa Jadi Istimewa”.

Dari beberapa produk merek Margarin diatas adalah intinya adalah upaya untuk mempengaruhi dan merebut pasar konsumen agar berpindah dari minyak goreng ke margarine. Untuk menarik pelanggan minyak goreng, para merek margarine ini menawarkan nilai pelanggan (custumer value) yang lebih tinggi, dan menciptakan penggunaan baru (create new usage) sehingga bisa memperluas pasarnya dikarenakan meningkatnya pemakaian margarine tersebut.


  Pertanyaan Tantangan :

1.      Apa faktor-faktor pendorong dan penolak konsumen untuk berpindah dari menggunakan minyak goreng ke margarine ?
Jawab :

Faktor pendorong :
§  Bentuk dan Ukuran
Seperti kita ketahui margarine berbentuk padat dengan tekstur lembut pada suhu normal. Hal tersebut memudahkan margarine dijual dalam berbagai macam bentuk kemasan, mulai dari mangkuk dan gelas kaca atau pun bungkus plastic sehingga tidak perlu memakan banyak tempat, simple, praktis  karena jika ingin memasak dalam partai kecil dapat lebih efisien memperhitungkan berapa banyak margarin yang di butuhkan dan kemasan yang menarik bagi pembeli.

§  Kegunaan
Selain digunakan untuk menggoreng, margarine dapat digunakan sebagai bahan membuat/mengoles roti dan kue. Cocok digunakan sebagai bahan tambahan untuk masakan, membuat saus, masakan yang ditumis dan bisa di campur kedalam minyak goreng agar hasil gorengan lebih gurih dan renyah. Hal ini menjadikan margarin sebagai bahan multifungsi. Selain itu margarine merupak hasil terobosan minyak yang memiliki daya tahan lama dan tidak cepat tengik.
§  Rasa

Margarin sebagai minyak goreng sekaligus bumbu yang membuat rasa masakan lebih nikmat karena membuat cita rasa masakan menjadi lebih gurih dan sedap. Pada penggunaannya margarine menghasilkan aroma dan rasa yang berbeda apabila dibandingkan dengan menggunakan mentega dan memiliki vitamin yang lebih baik daripada menggunakan minyak goreng. Selain itu rasa margarine yang lebih asin membuatnya menjadi penambah rasa asin tanpa perlu lagi menambahkan banyak garam.

§  Kesehatan (+)
Margarin terbuat dari lemak nabati yang di beri aroma dan bahan emulsi. Adanya penambahan beta karoten pada mentega margarine yang sering diakui sebagai vitamin A, yang berguna bagi tubuh. Tapi fungsi utamanya adalah untuk memberi warna pada mentega margarine agar lebih menarik.
Kandungan Gizi Margarine VS Minyak Goreng (Sawit)
Source : Google

Faktor Penolak :
§  Kesehatan (-)
Selain memiliki kandungan – kandungan gizi yang lebih tinggi dari minyak kelapa. Margarine juga memiliki dampak negative bagi kesehatan. Meskipun margarin tidak mengandung kolesterol, lemak trans di dalamnya bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat. Pada proses pembuatan margarine tersebut melalui proses hidrogenasi molekul minyak CIS (asam lemak tak jenuh) menjadi trans (asam lemak jenuh) agar minyak bisa membeku padat. Bentuk molekul yang bisa diterima dan diserap tubuh adalah bentuk CIS. Kalau bentuk trans tidak bisa diserap oleh tubuh, sehinnga jika dikonsumsi secara berlebih bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah bila yang dapat berakibat penyakit jantung dan stroke.

§  Harga
Harga produk margarin yang lebih mahal. Harga minyak goreng lebih terjangkau selain itu karena isinya juga lebih banyak (ada kemasan 1 liter dsb) sehingga lebih irit dan tahan lama digunakan untuk memasak.

Selain itu adalah penggunaan dalam jumlah besar. Seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan margarine dalam masakan partai besar sepeti menggoreng gorengan atau masakan lainnya yang membutuhkankan banyak minyak. Hal lainnya lagi, margarine sangat tidak baik untuk di gunakan kembali setelah dimasukan ke wajan dengan suhu yang panas karena akan memperbanyak jumlah lemak jenuh yang bisa menyumbat pembuluh darah. Oleh karena itu harus diganti setiap sekali pemakaian. Hal – hal diatas tersebut yang menyebabkan penggunaan margarine menjadi tidak efisien karena haganya yang mahal dengan jumlahnya yang sedikit.

§  Kebiasaan
Kita ketahui bahwa margarine biasanya digunakan sebagai bahan olesan dan pembuatan roti dan kue. Tetapi dalam kegiatan memasak sehari – harinya kebiasaan seseorang terutama orang – orang di Indonesia, lebih sering menggunakan minyak goreng kelapa sawit daripada margarine. Kebiasaan tersebut yang menjadi factor penolak berpindahnya konsumen dari menggunakan minyak goreng ke margarine.

2. Apa strategi yang perlu dilakukan supaya meningkatkan keinginan konsumen memakai margarin ?
Jawab :
Straegi atau cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan margarine antara lain :
  1. Membuat resep-resep makanan inovasi baru yang enak dan menarik degan bahan dasar margarine dan memuatnya di majalah atau media internet seperti blog ata web makanan dan resep untuk orang – orang yang hobi memasak.
  2. Menampilkan iklan yang dibintangi oleh artis ibu – ibu atau bintang chef-chef ternama yang sedang nak daun dan hobi memasak.
  3. Penggunaan margarin yang berkembang menjadi bahan utama pembuatan kue kering. Kue kering ini bukan hanya untuk keperluan hari raya, tapi bisa membuatnya untuk tujuan acara tertentu lainnya seperti pernikahan dan acara penting lainnya, atau bahkan bisa untuk tujuan bisnis. Sudah banyak ibu rumah tangga yang awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga tapi akhirnya menjadikannya sebagai lahan bisnis. Bahkan tak hanya untuk kue kering, tapi juga bisa membuat martabak dengan menggunakan margarin.
  4. Mengemas produk tersebut dengan baik agar meyakinkan pihak konsumen bahwa produk tersebut memang layak dikonsumsi. Selain itu mengunakan jenis packaging yang creative dan menarik sehingga dapat menarik minat konsumen banyak.
  5. Memberikan harga promosi sebagai awal penarik minat konsumen. Membuat acara undian berhadiah, acara memasak bersama, acara kompetisi memasak dan mensponsori kompetisi memasak yang terkenal.

3.      Bagaimana reaksi yang sebaiknya dilakukan oleh minyak goreng ? Diam sajakah atau harus melakukan serangan balasan ?
Jawab :

Reaksi dari perusahaan minyak goring tentu saja tidak tinggal diam dan tetap mewaspadainya. karena pasar minyak goreng sedikit mulai sedikit direbut oleh pasar margarine. Hal yang perlu dilakukan disini adalah melakukan penekanan positioning pada branding dan pemasaran minyak goreng agar lebih melekat dan selalu diingat oleh konsumen. Dan tentu saja mengembangkan inovasi-inovasi dalam atribut yang bisa menjadi keunggulan minyak goreng. Selain itu juga bisa mendoktrin masyarakat melalui periklanan bahwa mengkonsumsi minyak goreng lebih sehat daripada menggunakan margarine ataupun mentega yang mengandung lemak trans di dalamnya yang berakibat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar.selain itu perusahaan minyak goring dapat memanfaatkan harga dari produknya yang lebih murah dengan memasarkan produk minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau dengan volume minyak goreng lebih banyak daripada margarine.

Contoh nyata serangan atau tindakan yang diambil oleh perusahaan minyak goreng terhadap persaingan dengan margarine adalah artikeldikeluarkan oleh Sania di media internet melalui halaman web-nya yang berjudul ‘’Minyak Sawit Lebih Sehat Dari Mentega?’’. Dalam artikel tersebut berisikan fakta – fakta penelitian dari para dokter seperti Professor of Medicine dari Harvard Medical School mengenai kandungan minyak kelapa sawit. Kemudian memaparkan pembatasan penggunaan minyak yang bersifat trans di Amerika karena masalah kesehatan. (http://saniaroyale.com/nutrition/2014/03/07/16/minyak-sawit-lebih-sehat-dari-mentega)

Nama Anggota

1.      ALBERT JHONATHAN                            ( A1B013007 )
2.      BAIQ ALIFIA ARIESTASARI                  ( A1B013023 )
3.      MADE ASTRIANA ARISTISARI            ( A1B013087 )
4.      MILA ASTUTI                                             ( A1B013093 )
5.      NGAKAN MADE ADI WIRAARTHA      ( A1B013109 )
6.      NI WAYAN SRI WULANDARI                ( A1B013111 )

Comments