Skip to main content

Featured

Pake Aplikasi My Blue Bird, Diskon 10% Belanja Oleh-oleh Khas Lombok di Sasaku

Halo, buat kalian para penumpang setia dan pengguna transpotasi Lombok Taksi (Taksi Blue Bird) mulai saat ini ada kabar gembira. Mulai per tanggal 7 September 2017, Pusat Oleh-Oleh "Sasaku" yang berlokasi di Jalan Raya Senggigi - NTB, memberikan "discount" atau potongan harga sebesar 10 persen dari total transaksi belanja bagi pengguna Lombok Taksi (Blue Bird Group).
Tentunya terkadang kita ingin membawa sesuatu yang khas dari daerah atau tempat wisata yang kita kunjungi. Baik itu barang koleksi ataupun kudapan lokal. Kalau Bali punya Joger, Krishna ataupun yang lainnya. Jogja punya Dagadu maupun brand-brand lain. 
Lombok juga tidak kalah menarik, karena memiliki pusat oleh-oleh terbesar bernama Sasaku, yang dimana membuka gerai baru di jalan Senggigi. Selain itu kebetulan baru di buka Sasaku Resto tepatnya berada di lantai 2, outlet Sasaku Senggigi.


Kerja sama Lombok Taksi dengan Sasaku, Toko Oleh-oleh Khas Lombok




Sebagai bentuk layanan pihak Blue Bird terhadap ta…

Strategi Pemasaran dengan Mempertahankan Memori Konsumen via Iklan Bersambung

Mempertahankan Memori Konsumen dengan Iklan Bersambung


Ringkasan Singkat :

Setiap pemasar pastinya ingin agar merek produknya selalu diingat dibenak konsumen, bahkan kalau bisa menjadi Top of Mind (TOM). Untuk itu iklan sering sekali ditayangkan supaya pesan iklan masuk ke otak konsumen. Sayang memori konsumen sendiri memiliki keterbatasan sehinggaiklan sering kali dilupakan. Setelah ditayangkan beberapa menitpun, konsumens sering sekali susah untuk mengingat kembali merek yang telah diiklankan. maka dari itu muncullah tema iklan bersambung hasil dari kreativitas dalam beriklan. Dengan membuat iklan bersambung ini banyak hal yang dapat kita berikan kelebihannya seperti bisa mengurangi kekacauan iklan yang diserap konsumen, konsumen menjadi mudah mengenal merek baru tersebut, lalu bisa membangkitkan memori sebelumnya, dapat memotivasi konsumen untuk melihat kemajuan iklan. Tetapi sedangkan pada iklan bersambung ini mengsyaratkan anggaran iklan yang cukup besar supaya setiap episode tidak terlewatkan konsumen. Dalam hal ini, dibutuhkan juga dengan matang tentang perencanaan jangka panjang.

Pertanyaan Tantangan :

1. Apakah diferensiasi merek Kare dan tema iklannya ?
Jawab :

Diferensiasi merek Kare ialah terdapat pada kuah dari mie tersebut yang dimana dikatakan bahwa Kare “ kuahnya kental kalau bumbu lain kayak minum air” jelas disini keunikan dari Kare itu adalah menonjolkan kekentalan dari bumbu mie instan tersebut dibandingkan dengan bumbu mie instan lainnya. 

Sedangkan pada Tema iklannya yang digunakan sebagai diferensiasi adalah iklan model bersambung yang dimana iklan ini seperti sinetron yang akan memiliki lanjutan kisah dan cerita pada episode berikutnya yang bisa membuat jadi penasaran dan menanti kelanjutan dari iklan tersebut. Selain itu tema iklannya memiliki kelebihan. 
  1. Pertama, konsumen menjadi mudah mengenalnya. 
  2. Kedua, bisa mengurangi kekacauan banyaknya iklan (clutter) yang diserap konsumen. Banyaknya iklan yang ditayangkan membuat konsumen mengalami kekacauan mengenal atau mengartikan pesan iklan. 
  3. Ketiga, iklan bersambung mampu membangkitkan memori sebelumnya sehingga berpeluang masuk ke memori jangka panjang konsumen. 
  4. Keempat, dengan tema bersambung yang mirip cerita maka sikap konsumen terhadap iklan (attitude toward ads) berpeluang menjadi baik. 
  5. Kelima, iklan ini juga memotivasi konsumen untuk melihat kelanjutan iklan bersambung mensyaratkan anggaran iklan yang cukup besar supaya setiap episode tidak terlewatkan konsumen.


2. Apakah suatu merek yang sudah tertancap lama dibenak konsumen bisa hilang atau digantikan dengan merek lain ?
Jawab :

Iya tentu saja bisa suatu merek yang sudah tertancap lama di benak konsumen bisa hilang atau digantikan merek lain. Hal itu dikarenakan, memori konsumen sendiri memiliki keterbatasan sehingga iklan yang menayangkan iklan tentang produk tersebut sering terlupakan karena banyaknya penayangan2 iklan produk dengan merek baru yang mungkin saja lebih kreatif dan mudah diingat oleh konsumen disetiap promosinya. Itulah kenapa sangat pentingnya bagi marketer untuk menciptakan iklan yang selalu diingat oleh konsumen.

Tetapi memang untuk hilang dari benak konsumen mungkin akan terlihat sulit karena merek yang sudah lama digunakan oleh konsumen akan selalu di ingat oleh konsumen walaupun merek tersebut adalah merek yang pernah merugikan atau mengecewakan konsumen namun merek itu tetap akan ada dalam ingatan konsumen. Konsumen tentu bisa saja untuk berganti kepada merek baru lainnya namun tak semata mata langsung melupakan merek lama yang sudah menjadi langganannya tersebut.

Sebagai contoh seperti halnya Produk mie Instan milik OT ini. Setelah gagal dengan Mie Selera Rakyat, produsen mie instan satu ini menggebrak pasar mie instan di Indonesia dengan meluncurkan mie instan Kare. Mie ini cukup dikenal masyarakat karena banyaknya iklan di televisi dan harganya yang murah. Kalau tidak salah, beli 10 gratis 1 piring, belum lagi bagi-bagi mie instan di halte busway. Mie instan ini memang sesuai slogannya, yaitu kuahnya lebih kental daripada mie kari penguasa pasar mie instan. Produsen mie instan ini yakin laku karena pembeli mie instan kari cukup besar, tetapi hasilnya mie instan ini hilang dari peredaran dan swalayan. Walaupun begitu, ada yang masih bisa menemukan mie instan Kare.

3. Apakah tema iklan bersambung mampu membuat konsumen tidak mengganti saluran televisi (zapping) saat penayangan iklan ??
Jawab:

Bisa iya bisa juga tidak . Iya disini dimaksudkan ketika iklan bersambung tersebut terlalu lama untuk mengeluarkan episode barunya sehingga iklan yang di tampilkan hanya itu itu saja setiap hari sehingga penonton dirumah lama kelamaan akan bosan dengan iklan tersebut dan lebih memilih untuk mengganti chanel televisinya. 

Kemudian tidak disini berarti penonton dirumah antusias terhadap iklan tersebut dan tetap menunggu untuk iklan berikutnya, bisa juga penonton lebih memaknai maksud dari iklan tersebut dan bisa menduga duga apa yang akan terjadi pada iklan berikutnya. Namun kuncinya tetap satu bahwasanya iklan bersambung jangan terlalu lama untuk mengeluarkan iklan sambungannya agar penonton dirumah tidak menjadi bosan dengan iklan yang itu saja

Jadi kami rasa hal tentang konsumen yang tidak mengganti saluran televise lain saat tayangnya iklan bersambung adalah kembali lagi tergantung dari macam-macam karakter dari konsumen itu sendiri sehingga susah untuk diprediksi.  Seperti contohnya ada konsumen yang hanya memperdulikan acara televise itu saja kemudian mengabaikan iklan yang hanya lewat. Ada juga yang malas untuk mengurusi tayangan apa saja yang muncul tetapi lebih menunggu iklan tersebut selesai kemudian melanjutkan lagi untuk menonton acara yang sudah dilihat sebelumnya, misal Sinetron, serial drama dan yang lainnya. 



OLEH MAHASISWA MANAJEMEN Angkatan 2015
 UNIVERSITAS MATARAM

1. ALBERT JHONATHAN ( A1B013007 )
2. BAIQ ALIFIA ARIESTASARI ( A1B013023 )
3. MADE ASTRIANA ARISTISARI ( A1B013087 )
4. MILA ASTUTI ( A1B013093 )
5. NGAKAN MADE ADI W              ( A1B013109 )
6. NI WAYAN SRI WULANDARI ( A1B013111 )



Comments