Skip to main content

Featured

Pake Aplikasi My Blue Bird, Diskon 10% Belanja Oleh-oleh Khas Lombok di Sasaku

Halo, buat kalian para penumpang setia dan pengguna transpotasi Lombok Taksi (Taksi Blue Bird) mulai saat ini ada kabar gembira. Mulai per tanggal 7 September 2017, Pusat Oleh-Oleh "Sasaku" yang berlokasi di Jalan Raya Senggigi - NTB, memberikan "discount" atau potongan harga sebesar 10 persen dari total transaksi belanja bagi pengguna Lombok Taksi (Blue Bird Group).
Tentunya terkadang kita ingin membawa sesuatu yang khas dari daerah atau tempat wisata yang kita kunjungi. Baik itu barang koleksi ataupun kudapan lokal. Kalau Bali punya Joger, Krishna ataupun yang lainnya. Jogja punya Dagadu maupun brand-brand lain. 
Lombok juga tidak kalah menarik, karena memiliki pusat oleh-oleh terbesar bernama Sasaku, yang dimana membuka gerai baru di jalan Senggigi. Selain itu kebetulan baru di buka Sasaku Resto tepatnya berada di lantai 2, outlet Sasaku Senggigi.


Kerja sama Lombok Taksi dengan Sasaku, Toko Oleh-oleh Khas Lombok




Sebagai bentuk layanan pihak Blue Bird terhadap ta…

Newmont mengembangkan program Konservasi Penyu di Maluk

Mengapa PT Newmont Nusa Tenggara memilih mengembangkan program konservasi penyu di Pantai Maluk?

Well, salah satu alasan utama Newmont adalah karena di SUmbawa Barat ternyata memiliki posisi yang penting dalam peta konservasi penyu dunia dan nasional. Kok bisa? Ya bisalah. Tahukah kamu bahwa di dunia kini hanya tinggal dikenal 7 jenis penyu. Wahhhh langka banget ya. Dan hebatnya perlu berbangga hati bahwa dari 7 jenis penyu itu terdapat 6 jenis yang dipastikan berada di Indonesia. How lucky you are, Indonesia!  Ternyata 5 diantarnya hidup di pantai Sumbawa Barat. Ke lima jenis penyu tersebut adalah penyu hijau, penyu sisik, penyu pipih, penyu belimbing, penyu tempayan dan penyu abu-abu.



Selin itu ditataran global, penyu sudah masuk dalam kategori hewan yang hampir punah. Istilah ilmiahnya Apendiks 1 yang artinya golongan hewan langka yang sama sekali tidak diizinkan untuk diperdagangkan dengan alasan apapun. Penyu masuk dalam kategori tertinggi untuk dilindungi karena faktanya memang penurunan populasi penyu terjadi hampir merata diseluruh belahan dunia, dengan skala cepat dan sulit terkendali.

Apalagi kini terjadi maraknya isu perdagangan penyu sehingga menyebabkan populasi nya berkurang drastis dan mengakibatkan akan bukan hal yang tidak mungkin bahwa hewan yang hidup di dua alam tersebut akan punah. Kasian banget kan!

Kata orang-orang, daging penyu itu enak rasanya (sumpah saya belum pernah sama sekali mencobanya). Terutama yang biasa diekspor dan diburu banyak restoran luar negeri seperti Asia, Amerika dsb itu adalah penyu hijau. Telur penyu pun terkadang dijual dan dijadikan santapan mewah. (Ughh... Makin gak tega saya) Kata orang-orang (lagi) bahwa telur penyu dipercayi memiliki sejumlah khasiat obat untuk mengobati penyakit tertentu dan menambah vitalitas lelaki. (I am not sure about this)

Well, begitulah pemburuan yang tinggi dan terus-menerus dari keserakahan manusia telah menurunkan populasi penyu sampai batas yang teramat mencemaskan euy.

Tahukah kalian bahwa perkembangn populasi penyu secara alamiah melalui mekanisme bertelur dan menetas menjadi tukik itu butuh waktu puluhan tahun, sangat berbeda dengan siklus melahirkan manusia yang hanya butuh waktu 9 bulan.

sumber : WWF

Maka dari itu melihat kondisi populasi penyu yang semakin kritis seperti ini, PT NNT bersama masyarakat pesisir Sumbawa Barat melakukan tindakan upaya konservasi penyu. Sebuah upaya yang mungkin kecil saja lingkupnya, tetapi dalam skala besar gerakan bersama menyelamatkan kehidupan penyu. 

Seperti kata pepatah mengatakan :

Semua sesuatu hal yang besar, pasti berasal dan dimulai dari sesuatu tindakan yang kecil dan dijalani dengan kesadaran dari diri sendiri.
Pelepasan tukik di penangkaran konservasi Pantai Maluk, Sumbawa

Comments