Skip to main content

Featured

Pake Aplikasi My Blue Bird, Diskon 10% Belanja Oleh-oleh Khas Lombok di Sasaku

Halo, buat kalian para penumpang setia dan pengguna transpotasi Lombok Taksi (Taksi Blue Bird) mulai saat ini ada kabar gembira. Mulai per tanggal 7 September 2017, Pusat Oleh-Oleh "Sasaku" yang berlokasi di Jalan Raya Senggigi - NTB, memberikan "discount" atau potongan harga sebesar 10 persen dari total transaksi belanja bagi pengguna Lombok Taksi (Blue Bird Group).
Tentunya terkadang kita ingin membawa sesuatu yang khas dari daerah atau tempat wisata yang kita kunjungi. Baik itu barang koleksi ataupun kudapan lokal. Kalau Bali punya Joger, Krishna ataupun yang lainnya. Jogja punya Dagadu maupun brand-brand lain. 
Lombok juga tidak kalah menarik, karena memiliki pusat oleh-oleh terbesar bernama Sasaku, yang dimana membuka gerai baru di jalan Senggigi. Selain itu kebetulan baru di buka Sasaku Resto tepatnya berada di lantai 2, outlet Sasaku Senggigi.


Kerja sama Lombok Taksi dengan Sasaku, Toko Oleh-oleh Khas Lombok




Sebagai bentuk layanan pihak Blue Bird terhadap ta…

Soal dan Jawaban Tugas Mid Semester Manajemen Strategik


1. (Strategic Management and Strategic Competitiveness) Apa yang saudara ketahui tentang konsep visi dan misi ? Bagaimana nilai kedua konsep ini terhadap proses manajemen stratejik?
Jawab :

Konsep Visi dan Misi

=> Visi merupakan pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan, dan secara potensial untuk terwujud, yaitu kemana dan apa yang diwujudkan organisasi dimasa depan. Visi organisasi haruslah visi bersama, yang mampu menarik, menggerakkan anggota organisasinya untuk komit terhadap visi tersebut. Visi itu merupakan harapan yang dimiliki bersamaa.

Para pendiri atau pimpinan perusahaan mempunyai suatu tujuan jangka panjang yang diharapkan dapat dicapai oleh perusahaannya. Tujuan tersebut merupakan suatu impian/keadaan di masa yang akan dating yang dicita-citakan untuk dapat dicapai dengan melakukan aktivitas bisnis. Cita-cita masa depan inilah disebut visi perusahaan.

Visi tidak lebih dari angan-angan hampa sampai visi tersebut mendapat dukungan luas dan diterima di kalangan organisasi. Konsep visi itu adalah menjawab pertanyaan ingin menjadi seperti apa kita kedepannya ? Secara ringkas, visi adalah rumusan dari salah satu atau gabungan dari tiga hal berikut :

- What do we want to attain ? (Apa yang ingin kita capai di masa depan )?
- What do we want to have ? (Apa yang ingin kita peroleh di masa depan ?)
- What do we want to be ? (Kita ingin menjadi apa di masa depan ? ) 

=>  Sedangkan mission statement merupakan komitmen perusahaan terhadap stakeholders yang merumuskan tentang apa yang harus dikerjakan atau dituntaskan dalam mewujudkan visi (what we must do or what must we accomplish ?).

Nilai kedua konsep tersebut terhadap proses manajemen strategik

Konsep Manajemen strategi adalah untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Penyususnan strategi perusahaan dimulai dari mengembangkan pernyataan Visi & Misi, malkukan audit internal dan eksternal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan, mengevaluasi dan memilih strategi, implementasi strategi dan dilanjutkan dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja perusahaan`

Nilai-nilai (Values) adalah ukuran yang mengandung kebenaran/kebaikan terhadap keyakinan dan perilaku organisasi yang paling dianut dan digunakan sebagai budaya kerja dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan misi dan visi organisasi.

Tentang value, Thomas Watson (pendiri IBM) mengatakan ‘kita harus siap dengan segala bentuk perubahan untuk tetap berada dalam lingkungan yang kompetitif, namun kita 3 prinsip harus dipertahankan’, yaitu :
1.    Respect for the dignity (kebanggaan) of the individual
2.    Offering the best customer service in the world
3.    Excellence

Hal yang sama, AT & T memiliki sistem nilai yang menekankan pada :
1.    Universal service
2.    Fairness in handling personnel matters
3.    A belief that work should be balanced with commitments to family and community
4.    Relationship from one part of the organization to another.


2.   (Strategic Management and Strategic Competitiveness) Jelaskan tentang konsep  stakeholder ? Tunjukkan 2 (dua) kelompok stakeholder yang sangat berpengaruh terhadap organisasi ? Menggunakan contoh perusahaan tertentu, jelaskan masing-masing 2 unsur stakeholder dari setiap group, berpengaruh terhadap perusahaan tersebut ?
Jawab :

=> Stakeholder perusahaan adalah pihak-pihak yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh tindakan dari bisnis secara keseluruhan dan memiliki hubungan serta kepentingan terhadap perusahaan
=> Terdapat 2 (dua) kelompok stakeholder yang sangat berpengaruh memberikan dorongan dan saling berkontribusi timbal balik terhadap organisasi yaitu antara lain :
  • Stakeholders Internal (Pemegang saham, Manajemen dan Top Executive, Karyawan dan Keluarga Karyawan)
  • Stakeholders External (Konsumen, Penyalur, Pemasok, Bank, Pemerintah, Pesaing, Komunitas dan masyarakat umum, Pers )

3.  (External Analysis) Apa perbedaan konsep lingkungan umum (general envarinment) dengan lingkungan industri ? Mengapa pembedaan ini dikatakan penting bagi analisis eksternal perusahaan ?
 Jawab :

Perbedaan konsep lingkungan umum dan lingkungan industri 

Kalo General Environment membahas tentang Makro Ekonomi (inflasi, pertumbuhan ekonomi, GDP/GNP, suku bunga dan neraca pembayaran), demografi (struktur penduduk baik pendidikan usia jenis kelamin dan lapangan pekerjaan dan persebaran penduduk), politik (perubahan kekuatan politik, dan sistem pemerintahan) dan sosbud (kebiasaan masyarakat dan agama).

Sedangkan lingkungan industri terdiri dari permintaan (besaran dan pertumbuhan pasar, distribusi custumer, saluran distribusi fisik dan peran harga dan nonharga dalam persaingan), struktur pasar (jumlah dan besaran distibusi para pesaing dan pemasok, halangan masuk dan keluar pasar, dan karakteristik produk), teknologi (tingkat teknologi dan kemungkinan perubahan, struktur biaya, ketergantungan terhadap raw material tertentu atau labor) dan pemerintah (pengaruh pp terhadap konsumsi dan produksi, peran pemerintah sebagai supplier atau competitor atau custumer)

Alasan mengapa kita menganalisis lingkungan yaitu untuk mengetahui dan meramalkan apa yang terjadi besok, menyadari dan mengantisipasi resiko dari tindakan yang dilakukan organisasi, untuk menganalisis faktor politik, sosial, ekonomi


4.      (External Analysis) Apa yang saudara ketahui tentang strategic group ? Pengetahuan apa yang seharusnya dimiliki perusahaan tentang strategic group dalam memformulasikan  strategy perusahaan ? Jelaskan dengan contoh.

Jawab :

STRATEGIC GROUP : kelompok perusahaan dimana anggotanya mengikuti basic strategy yang sama, tetapi menerapkan strategy berbeda dengan perusahaan-perusahaan dari kelompok lain.

Beberapa implikasi strategic group

  1. Pesaing utama perusahaan adalah perusahaan-perusahaan yang ada dalam kelompok (group), sehingga jika perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan strategy yang sama maka konsumen menganggap produk satu perusahaan sebagai substitut langsung produk perusahaan lainnya.
  2. Masing-masing strategic group memiliki persepsi yang berbeda tentang ‘five competitive forces’-nya Porter. 
Gambar di atas merupakan contoh Strategic Group dari industri parmasi (pharmaceutical industry), dimana ada 2 group perusahaan proprietary group dan generic group.

5.  (External Analysis) Pada kondisi lingkungan apa saja perang harga antar perusahaan satu dengan lainnya sangat mungkin terjadi ? Beberapa implikasi bisa menimpa perusahaan terhadap adanya perang harga tersebut, apa saja ? Jelaskan juga bagaimana perusahaan seharusnya bersikap terhadap ancaman perang harga tersebut ?

Jawab :


6. (Internal Analysis) Sebutkan dan jelaskan 4 kriteria yang bisa digunakan untuk menentukan kapabilitas (capabilities) perusahaan menjadi kompetensi inti (core competencies) ? Mengapa kriteria tersebut dianggap penting bagi perusahaan untuk mengembangkan kapabilitas ?

Jawab :

4 kriteria yang bisa digunakan untuk menentukan kapabilitas (capabilities) perusahaan menjadi kompetensi inti (core competencies). Kriteria tersebut di antaranya:

  1. Valuable Capabilities – kapabilitas yang memungkinkan perusahaan memanfaatkan peluang dan meminimalkan ancaman eksternal.
  2. Rare Capabilities – kapablitas yang dimiliki oleh sangat sedikit pesaing.
  3. Imperfectly Imitable Capabilities – kapabilitas yang tidak mudah dikembangkan oleh perusahaan lain.
  4. Nonsubtitutable Capabilities – kapabilitas yang tidak dapat disubtitusikan
Keberadaan ke 4 faktor tersebut dianggap penting bagi perusahaan untuk mengembangkan kapabilitas karena bisa menentukan competitive implications dari resources & capabilities.

7.   (Internal Analysis) Bagaimana perusahaan  bisa mengidentifikasi kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) ? Mengapa pemahaman ini sangat penting bagi para manajer ? Jelaskan argumentasi saudara !

 Jawab :


8. (Internal Analysis) Keunggulan bersaing (competitive advantage) perusahaan  bisa bertahan dalam jangka waktu cukup lama. Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Jelaskan !!
Jawab :
9.    (Functional Level Strategy) Secara teori ada 4 (empat) pilar utama yang harus dicapai agar perusahaan mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) yakni superior efficiency (menghasilkan produk dengan biaya rendah), quality (kualitas produk baik), innovation (mengedepankan inovasi), dan customer responsiveness (daya tanggap baik terhadap dinamika pelanggan). Jelaskan hubungan antara keempat unsur ini dalam mencapai keunggulan bersaing.
Jawab :

Didalam strategi fungsional adalah bagaimana perusahaan melakukan aktivitasnya dan mendapatkan keuntungan atau keunggulan perusahaan. Strategi tingkat fungsional bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, kualitas barang/jasa yang dihasilkan, kemampuan inovasi, dan daya tanggap terhadap kastamer (customer responsiveness). Perlu diingat sebagai dasar pemahaman konsepsi tersebut tentang hubungan antara strategi fungsional, kompetensi yang unggul (distinctive competencies), diferensiasi, low cost, penciptaan nilai (value creation), dan profitabilitas.

Kompetensi yang unggul (distinctive competencies) membentuk strategi tingkat fungsional yang dapat dilaksanakan perusahaan. Para manajer yang memilih strategi tersebut, dapat menciptakan sumber daya dan kapabilitas untuk meningkatkan kompetensi. Perlu juga diingat  bahwa kemampuan perusahaan mencapai efisiensi, kualitas, inovasi, dan customer responsiveness yang super akan menentukan produk yang ditawarkan kepada customer akan berbeda dengan yag mampau dilakukan oleh pesaing, apalagi jika disertai dengan struktur biaya produksi rendah (low cost). Hal ini merupakan nilai tersendiri di mata konsumen sehingga menciptakan keunggulan bersaing (competitive advantage), serta pertumbuhan keuntungan tinggi. 

Penggunaan operasi tingkatan operasional untuk mecapai keunggulan efisiensi, kualitas, inovasi dan menanggapi pelanggan. Strategi ini dipusatkan pada fungsi tertentu, setiap kali operasi tidak hanya memadukan dua atau lebih fungsi yang memerlukan kerjasama antar fungsi secara tertutup bahkan mempertahankan efisiensi perusahaan secara luas. Mutu, inovasi dan kemampuan menanggapi pelanggan ditunjukan untuk mencapai keunggulan efisiensi. Nah keunggulan keunggulan tersebut harus terus-menerus diciptakan dan diwujudkan melalui pemanfaatan sumberdayanya dan sebagai pemicunya adalah sumber daya mausia yang  memiliki kualifikasi serta kualitas untuk menjalankan aktivitas manajemen seperti yang diinginkan oleh stakeholder. Keberhasilan manajemen sumber daya manusia disetiap lini dan fungsi memenuhi seluruh tugas dan tanggung jawab nya beserta target yang diembannya harus dipastikan bisa unggul dalam segala sisi. Apabila kemampuan internalnya lebih besar dibandingkan kemampuan eksternalnya maka dapat dipastikan perusahaan akan semakin unggul dan maju, tetapi tidak sebaliknya.


10.   (Functional Level Strategy) Dari sudut pandang apa innovation dilihat sebagai “the single most important building block” (pilar yang paling penting) dari keunggulan bersaing (competitive advantage). Jelaskan !!
Jawab  :

Menurut Barney (1991), inovasi adalah salah satu cara paling penting untuk mencapai keunggulan bersaing. Inovasi memengaruhi keunggulan bersaing perusahaan dengan cara-cara yang berbeda-beda dan hubungan tersebut juga dimoderatori oleh lingkungan persaingan (Costa & Cabral, 2009). Oleh karena itu, untuk menciptakan competitive advantage dibutuhkan sumber daya yang unique dan valuable. Tentu saja sumber daya yang bisa dikatakan paling unique dan inimitable adalah sumber daya pengetahuan (knowledge). Perusahaan yang memiliki sumber daya knowledge melebihi pesaingnya akan lebih inovatif dan memberikan ”nilai” yang lebih besar kepada konsumen. Jika knowledge dijadikan sumber stratejik yang paling penting, maka kemampuan untuk mengumpulkan, mengintegrasikan, menyimpan, menyebarkan, serta penerapannya merupakan kapabilitas yang paling penting untuk membangun dan mempertahankan competitive advantage.

Kreativitas dan inovasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjalankan bisnisperusahaan. Perusahaan tidak akan menikmati sustainable competitive advantage hanya dengan memproses resources capabilities. Mereka harus dapat mengkombinasikan resources dengan cara baru yang berbeda atau mengembangkan capabilities baru untuk mendapatkan sustainable competitive advantage. Hal ini mungkin dilakukan melalui pemikiran kreatif dan inovatif dan pendekatan terhadap competitive advantage.

Perusahaan tidak dapat mencapai sustainable competitive advantage hanya dengan mengikuti product market based strategy atau resource based strategy saja. Sumber daya pengetahuan memberikan basis yang kuat bagi perusahaan untuk menciptakan sustainable competitive advantage. Untuk mengembangkan knowledge-based strategy dalam rangka penciptaan competitive advantage yang sustainable perlu upaya yang berkesinambungan, membutuhkan pemahaman ke depan serta perencanaan yang komprehensif.

Karena organisasi terus berusaha untuk memenuhi berbagai tantangan, maka pengetahuan semakin dilihat sebagai hal yang sangat penting bagi inovasi dan untuk memproduksi produk yang intensif pengetahuan dan jasa yang diinginkan oleh pasar. Sehingga untuk mempertahankan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, organisasi atau negara harus mengelola pengetahuannya dengan baik

Comments